Adian: Negara Jangan Bingungkan Rakyat dengan Status Desa dan Hutan

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, menyoroti kembali persoalan desa-desa yang berada di dalam kawasan hutan. 

Ia menegaskan negara harus berani mengambil sikap tegas, terutama dalam konflik yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Dalam rapat kerja dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto, Adian menilai kebijakan pemerintah kerap membingungkan rakyat.

“Negara yang menetapkan sebuah wilayah jadi desa, negara juga yang memasukkannya ke kawasan hutan, bahkan negara pula yang mengeluarkan sertifikat di atas lahan itu. Jadi masalah terbesar bukan rakyat, tapi negara sendiri,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Adian mencontohkan Desa Lubuk Batu Tinggal di Tesso Nilo. Desa itu sudah ada sejak abad ke-18, jauh sebelum Indonesia merdeka, namun kini ditetapkan berada di dalam kawasan taman nasional.

Menurut politikus PDIP ini, pertambahan penduduk memang memicu benturan ruang hidup antara manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun negara harus jelas dalam menentukan keberpihakan.

“Kalau semua bentrok, prioritas kita ditempatkan pada siapa? Pada manusia, hewan, atau tumbuhan?” tegasnya.

Adian menegaskan negara tidak boleh membiarkan konflik ini berlarut. Ia mendukung langkah Menteri Desa memberi kepastian status wilayah kepada masyarakat, sebab tanpa kepastian hukum, mustahil kesejahteraan dapat dicapai.

“Kalau negara saja gagal memberi kepastian status, bagaimana mungkin rakyat bisa sejahtera,” pungkasnya.

Komentar