Impor Etanol Biang Harga Molases Jeblok, DPR: Jangan Bunuh Petani Sendiri!

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pentingnya pemisahan pasar etanol untuk kebutuhan industri dan energi demi mendukung visi Presiden Prabowo Subianto tentang green economy atau ekonomi hijau.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, penghentian impor etanol untuk kebutuhan industri adalah langkah tepat karena pasokan dalam negeri dinilai sudah mampu mencukupi.

“Menutup kran impor etanol untuk kebutuhan industri sudah sangat tepat. Karena kebutuhannya mampu dipasok pengusaha dalam negeri kita,” tegas Alex dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/9/2025).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi rencana larangan terbatas (Lartas) impor etanol yang sebelumnya diumumkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, usai menerima instruksi Presiden Prabowo.

Kebijakan tersebut muncul setelah harga tetes tebu (molases) anjlok dari Rp2.000 per kilogram menjadi hanya Rp900 per kilogram akibat banjir impor.

Alex menambahkan, pemisahan segmen etanol untuk industri dan energi akan memudahkan pemerintah melindungi seluruh rantai kepentingan, mulai dari petani, pengusaha, hingga konsumen.

“Visi Presiden Prabowo sudah jelas: Ekonomi Hijau. Saat ini kita baru mampu mewujudkannya di segmen industri. Maka perlindungan pemerintah untuk pengusaha dalam negeri yang mendukung visi presiden sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia meyakini pasokan etanol industri dapat terpenuhi karena Indonesia memiliki sumber bahan baku yang melimpah, seperti tebu, singkong, jagung, dan ubi jalar.

Alex juga berharap pemerintah bergerak cepat dalam menerapkan kebijakan ini, seperti halnya larangan impor gula rafinasi yang sebelumnya terbukti mendongkrak industri gula nasional.

Komentar