LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, menyoroti kecilnya alokasi anggaran untuk konservasi laut dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2026.
Menurut Arif, mayoritas dana KKP lebih dari Rp6 triliun dialokasikan ke Ditjen Perikanan Tangkap, sementara Ditjen Perikanan Budidaya mendapat lebih dari Rp1 triliun.
Sebaliknya, anggaran untuk konservasi laut, tata ruang, dan program karbon biru hanya sekitar Rp200 miliar.
“Distribusi anggaran yang besar pada produksi memang penting, tetapi konservasi, tata ruang, dan program karbon biru tidak boleh tertinggal. Bagi NasDem, laut harus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus tetap sehat untuk generasi mendatang,” tegas Arif kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Legislator asal Banten I ini menegaskan, Fraksi NasDem mendukung penuh RKA KKP 2026 sepanjang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Selain itu, juga mendorong daya saing produk perikanan di pasar global serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut melalui prinsip ekonomi biru.
Ia menyebut, pagu anggaran KKP 2026 sebesar Rp13 triliun harus dimanfaatkan maksimal untuk memperkuat kemandirian sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
NasDem juga mengapresiasi program prioritas KKP, seperti pembangunan 250 Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak rakyat, dan percepatan pergaraman nasional.
“NasDem menyatakan dukungan penuh terhadap Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah untuk meningkatkan ekonomi nelayan, mengingat 25% penduduk miskin Indonesia berasal dari kelompok nelayan,” kata Arif.
Meski begitu, ia mengingatkan agar program kampung nelayan berjalan adil, tidak hanya menyasar masyarakat pesisir, tetapi juga nelayan di kawasan danau maupun perikanan darat.







Komentar