LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Indra Pahlevi mengatakan, Pameran Foto ke-15 dan Anugerah Jurnalistik ke-5 yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen atau KWP sebagai “oasis” di tengah dinamika pemberitaan politik Indonesia.
Kegiatan tersebut, Indra Pahlevi, menjadi ruang penting untuk menunjukkan wajah DPR yang aspiratif, sekaligus mendekatkan kerja parlemen kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan Indra Pahlevi, dalam sambutannya pada acara Anugerah Jurnalistik KWP (AJK) V 2025 dan Pameran Foto Warna-Warni Parlemen #15 bertajuk “Gen Z, Media Sosial, dan DPR Ideal (AJK) dan Parlemen Berdaulat Indonesia Maju (Pameran Foto)”, di Selasar Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Indra menegaskan, karya foto dan tulisan para jurnalis mampu menyampaikan pesan kuat tentang interaksi DPR dengan rakyat.
“Foto bisa berbicara seperti apa terutama yang di lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. Acara ini juga mengingatkan bahwa sejatinya DPR aspiratif dan terbuka pada masukan rakyat,” ujarnya lagi.
Tahun ini, pameran foto KWP mengangkat tema “Gen Z, Media Sosial, dan DPR”, yang dinilai relevan dengan perubahan lanskap politik dan komunikasi publik. Indra menyebut generasi muda kini mendominasi daftar pemilih, sementara media sosial telah menjadi rujukan utama informasi.
“Gen Z adalah pemilik republik hari ini. Media sosial menjadi industri sekaligus ruang edukasi yang perlu dimoderasi oleh teman-teman media,” katanya.
Selain pameran foto, acara juga menampilkan karya fotografer dari Biro Pemberitaan DPR RI yang untuk pertama kalinya ikut dipamerkan. Indra mengaku bangga karena hasil karya staf internal dapat berdampingan dengan foto-foto jurnalis senior parlemen.
Ia berharap konsistensi penyelenggaraan pameran foto dan Anugerah Jurnalistik terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun dampaknya bagi publik.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya konsisten, tapi juga semakin meningkatkan kualitas dan bisa ter-deliver kepada masyarakat,” ujar Indra.







Komentar