Kilang Pertamina RU 2 Dumai, Politikus PKS: Persoalan Serius

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Haji Jalal Abdul Nasir meminta PT. Pertamina (Persero) harus melakukan pembenahan total agar kasus Kilang Pertamina RU 2 Dumai terbakar Rabu malam (01/10/2025), sekitar pukul 20.30 WIB., tidak terulang.

“Pertamina harus berbenah! Kebakaran kilang tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang biasa. Ini persoalan serius yang menyangkut keselamatan, keamanan energi nasional, dan kepercayaan publik,” kata Jalal Abdul Nasir, Minggu (5/10/2025).

Menurut Haji Jalal, kejadian berulang ini menunjukkan ada kelemahan dalam sistem pengamanan dan penerapan SOP. Perlu ada revolusi sistem keselamatan, bukan sekadar perbaikan parsial.

“SOP dan sistem otomatis pengamanan kilang harus sangat dikuatkan dan ditingkatkan. Pertamina harus memiliki sistem deteksi dini dan pemadam otomatis yang bekerja cepat dan akurat. Tidak boleh lagi bergantung pada reaksi manual yang lambat,” ujarnya.

Karena itu, ia memaparkan sejumlah langkah konkret yang perlu segera dilakukan Pertamina. Pertama, audit menyeluruh SOP operasional dan keselamatan di seluruh kilang minyak. Ke dua, penerapan sistem otomatis untuk deteksi kebocoran, kebakaran, dan shutdown darurat.

Ke tiga, latihan rutin dan simulasi insiden agar seluruh personel tanggap terhadap potensi bahaya. Keempat, transparansi dan akuntabilitas jika terjadi pelanggaran atau kelalaian. Kelima, kolaborasi dengan lembaga pengawas independen dan aparat keselamatan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja Pertamina. “Budaya keselamatan harus menjadi DNA setiap pekerja. Tidak ada kompromi terhadap keselamatan,” tegasnya.

Sebagai BUMN strategis yang mengelola aset vital negara, Pertamina, menurut Haji Jalal, memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Setiap kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengancam keselamatan warga sekitar dan merusak kepercayaan publik.

“Negara dan masyarakat membutuhkan Pertamina yang kuat, profesional, dan aman. Jangan sampai kejadian berulang ini menurunkan kredibilitas dan semangat nasionalisme dalam menjaga energi bangsa,” ujarnya.

Dia menyerukan agar pemerintah melalui BUMN dan Kementerian ESDM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen risiko Pertamina dan memastikan langkah pembenahan diimplementasikan dengan cepat dan terukur.

“Sudah saatnya Pertamina bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang aman dan terpercaya. Tidak boleh ada lagi korban dan kerugian akibat kelalaian,” pungkasnya.

Komentar