Raup Rp17,5 Miliar per Hari, Driver Ojol Jadi ‘Mesin Uang’ Aplikator

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mengungkap perhitungan mengejutkan terkait keuntungan besar yang didapat perusahaan aplikator ojek online (ojol).

Berdasarkan analisis dan diskusi dengan sejumlah pihak, Adian menyebut potensi pendapatan bersih aplikator bisa mencapai Rp17,5 miliar per hari, hanya dari layanan transportasi penumpang.

Adian menjelaskan, biaya operasional per perjalanan yang dibebankan aplikator ternyata sangat kecil.

“Biaya itu sudah termasuk biaya Google Maps,” ujar Adian, Kamis (30/10).

Ia memaparkan, berdasarkan data yang diperolehnya, biaya berlangganan Google Maps berbayar bagi pengguna aplikator skala besar jauh di bawah yang selama ini diperkirakan.

“Dalam diskusi itu dipaparkan data biaya Google Maps berbayar. Angka yang keluar untuk berlangganan 10 juta pengguna per bulan ternyata hanya Rp17 sampai Rp50 per perjalanan, tergantung pilihan fasilitas layanan Google Mapnya,” kata Adian.

Selain mengambil potongan komisi dari setiap perjalanan driver, Adian menyebut masih ada biaya tambahan lain yang dibebankan aplikator kepada pengemudi dan pengguna tanpa dasar yang jelas.

“Jadi masih ada lagi tambahan yang diambil aplikator sebesar Rp3.500 yang dibungkus dengan berbagai istilah namun tanpa kejelasan dasar hukum,” ungkapnya.

Dengan memperhitungkan seluruh komponen biaya, Adian menemukan margin keuntungan bersih yang sangat besar bagi aplikator.

“Jika angka itu dikurangi biaya Fix Cost ++ Rp600, maka pendapatan bersih aplikator Rp5.300 per transaksi,” tegasnya.

Berdasarkan simulasi tersebut, dengan asumsi 3,3 juta transaksi per hari, Adian menyebut total laba bersih aplikator bisa mencapai Rp17,5 miliar setiap hari, atau sekitar Rp6,4 triliun per tahun.

Tak berhenti di situ, Adian juga menambahkan bahwa hitungan itu belum termasuk pendapatan dari layanan lain di luar transportasi.

“Belum termasuk laba Food dan Barang,” tandasnya.

Komentar