LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) sebagai bentuk investasi sosial kembali menuai sorotan.
Pasalnya, kondisi terkini justru menunjukkan proyek tersebut tengah menanggung kerugian besar hingga mencapai triliunan rupiah.
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menilai, penjelasan Jokowi soal “investasi sosial” tidak bisa dijadikan alasan untuk menutup mata terhadap kerugian yang kini terjadi.
Ia menegaskan perlunya kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas defisit tersebut.
“Itu fine gitu ya menurut saya. Artinya reasoning apapun untuk terwujudnya ini, ini sudah lewat,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa persoalan utama bukan lagi pada alasan awal pembangunan, melainkan siapa yang akan menanggung beban kerugiannya.
“Kan kondisi hari ini adalah rugi. Nah rugi ini siapa yang akan menalangi kalau memang ini bagian dari investasi sosial?” katanya.
Politikus Demokrat itu menegaskan, jika proyek Whoosh dikategorikan sebagai investasi sosial dan proyek strategis nasional, maka konsekuensinya jelas – kerugian akan menjadi tanggung jawab negara melalui APBN.
“Tetapi siapa yang akan membayar kerugian hari ini?” lanjutnya.
Ia menambahkan, bila pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Komite Kereta Cepat yang diketuai Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menolak menambah dana APBN, maka perlu ada jawaban pasti siapa yang harus menanggung beban tersebut.
“Tapi kalau kemudian bahwa ini adalah proyek strategis nasional, kemudian sebagai investasi sosial, maka semuanya kerugian ditanggung oleh negara melalui APBN,” jelasnya.
“Fine, nggak ada masalah. Ini kan masalahnya sekarang rugi, siapa ketika Pak Purbaya mengatakan APBN tidak lagi ingin membiayai itu, ya kepada siapa?” tambahnya.
Ia pun menegaskan, pemerintah harus segera mengambil sikap tegas dan terbuka dalam menyikapi situasi ini agar tidak menjadi beban publik di kemudian hari.
“Pada akhirnya hari ini menurut saya kita serahkan kepada pemerintah. Bagaimana pemerintah akan menyikapi seperti ini?” tutupnya.







Komentar