DPR Kaget, Kemenhub Alokasikan Ratusan Juta Buat Obat Kuat

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Haryanto mempertanyakan munculnya anggaran belanja penambah daya tahan tubuh dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Temuan itu dia ungkapkan saat rapat kerja bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (18/11).

Haryanto awalnya mengkritik banyaknya alokasi anggaran alat tulis kantor (ATK) dalam dokumen RKA setebal lebih dari 800 halaman. 

Ia menilai penggunaan teknologi seharusnya dapat menekan kebutuhan ATK.

“Coba nanti dibaca, Pak Menteri, itu, 800 sekian lembar itu saya baca itu,” ujar Haryanto dalam rapat.

Namun yang paling menjadi sorotan politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut adalah adanya dana belanja penambah daya tahan tubuh di sejumlah terminal.

“Kemudian juga ada lagi setiap terminal ini saya uji petik saja ini, setiap terminal itu pasti ada belanja penambah daya tahan tubuh,” kata Haryanto.

Menurutnya, nilai anggaran yang dialokasikan cukup besar, yakni Rp186 juta, Rp120 juta, Rp97 juta, hingga Rp112 juta di tiap terminal. 

Ia mengaku bingung karena dalam RKA juga tercantum belanja obat-obatan.

“Apakah memang saya yang enggak tahu ataukah memang ini, apa itu, obat kuat atau apa ini? Kami nggak tahu ini, ya, belanja penambah daya tahan tubuh, penambah stamina, kemudian di bawahnya ada lagi belanja obat-obatan,” ungkap alumnus Universitas 17 Agustus 1945 Semarang itu.

Selain itu, Haryanto turut menyoroti anggaran pengadaan bus air di Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, senilai Rp3,267 miliar.

“Itu yang dimaksud pengadaan bus untuk apa, karena ini, kan, pengadaan bus air di Bengawan, Solo,” ujarnya.

Haryanto menegaskan kritik yang disampaikannya bukan untuk mencari kesalahan, melainkan bentuk pengawasan DPR terhadap pemanfaatan dana negara.

“Bukan mencari kesalahan, tapi kita apa itu pengawasan. Manakala memang itu pengalokasian anggaran itu tidak sesuai, kan, lebih baik dialokasikan yang tepat sasaran, yang berguna untuk kepentingan kementerian,” tutupnya.

Komentar