Fraksi PDIP Beberkan Alasan Bonus Demografi Jadi Beban

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa bergantung selamanya pada melimpahnya sumber daya alam untuk mengejar status negara maju. 

Ia menilai pemerintah harus mempercepat lahirnya talenta digital agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi global yang berubah sangat cepat.

Menurut Novita, kunci masa depan bangsa berada pada kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi digital.

“Indonesia punya bonus demografi, dan anak muda adalah penentu apakah bonus ini menjadi berkah atau beban,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (17/11).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai bahwa transformasi digital tidak cukup jika generasi muda hanya menjadi konsumen teknologi. 

Perubahan pola pikir harus diarahkan agar mereka mampu menjadi kreator dan pelaku ekonomi digital.

Novita mencontohkan bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan membuat konten, membangun audiens, memahami algoritma media sosial, hingga memonetisasi karya mereka. 

Tidak hanya itu, mereka juga harus siap menempuh berbagai profesi berbasis teknologi seperti affiliator, digital marketer, hingga technopreneur.

Sebagai mitra kerja Kementerian Ekonomi Kreatif, Novita menekankan setidaknya ada tiga kompetensi utama yang wajib dikuasai anak muda masa kini, literasi digital, kreativitas dan inovasi, serta jiwa kewirausahaan.

Ia bahkan menyoroti betapa besar dampak sebuah karya digital. “Satu konten saja bisa mengangkat produk UMKM atau desa wisata ke level nasional,” katanya.

Novita kemudian berpesan agar generasi muda tidak ragu mengambil langkah pertama. Dunia digital, katanya, berkembang terlalu cepat untuk menunggu kesiapan penuh.

“Anak muda harus berani mencoba, terus belajar, dan tidak takut memulai dari nol. Masa depan dimiliki mereka yang paling cepat beradaptasi,” pungkasnya.

Komentar