LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Pemerintah diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap penyaluran dana kredit usaha rakyat atau KUR di akhir tahun 2025. Ini adalah bagian dari komitmen Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM untuk meningkatkan jumlah penerima baru.
Ketua Komisi VII DPR RI Dr. Saleh Partaonan Daulay M.Ag., M.Hum., M.A., mengingat lembaga yang dipimpinnya berkepentingan agar pembagian bantuan modal tersebut dapat menjangkau sebanyak mungkin masyarakat yang membutuhkan.
“Kan banyak aspirasi yang disampaikan bahwa yang menerima KUR biasanya sering berulang. Tidak jarang malah jumlah pinjamannya dinaikkan. Itu diberikan kepada orang-orang tertentu yang dinilai lancar dan bagus dalam membayar cicilan,” kata Saleh Daulay, dalam rilisnya, Sabtu (8/11/2025).
Padahal, lanjut Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, pemerintah menargetkan agar penerima KUR ditambah. Bahkan pernah disebut bahwa target sasaran penerima baru adalah 2,5 juta orang. Kalau ini tercapai, dampaknya tentu sangat besar bagi masyarakat. “Artinya, pemerintah benar-benar hadir dalam menjawab tuntutan di masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2010-2014 itu menjelaskan, distribusi dan penyaluran KUR tidak mudah. Ada sejumlah persyaratan yang memang ditetapkan. Kalau persyaratannya tidak lolos, bank penyalur biasanya tidak bisa membantu. Sering sekali, proposal dan business plan-nya diminta untuk disempurnakan. Masalahnya, para pengusaha UMKM ini tidak semua bisa memperbaiki dan menyesuaikan sesuai dengan apa yang diminta.
“Pada titik ini, Kementerian UMKM harus berperan. Perlu sosialisasi dan pembinaan. Bahkan jika perlu ikut membantu memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang ada,” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI itu.
Saleh Daulay mengingatkan, Kemenko bidang Perekonomian jelas mengatakan bahwa target penyaluran KUR pada tahun 2025 adalah sebesar Rp300 Triliun. Sejauh ini, belum ada informasi resmi berapa yang sudah tersalurkan.
Sementara faktanya, ujar Saleh, pada tahun 2024 dana KUR yang disalurkan mencapai 280,28 Triliun. Ada peningkatan sebesar 7,8 persen dari target sebelumnya. Dengan dinamika yang ada, pada tahun ini diyakini dana KUR tersebut semestinya sudah tersalurkan semua.
“Kalau ada dananya, masyarakat pasti bisa menyerap. Tinggal dibuat seleksi yang adil. Semua orang dibuka aksesnya untuk mendapatkan,” usul Saleh Daulay.
Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu menegaskan, UMKM adalah urat nadi perekonomian bangsa. Pemerintah harus serius menanganinya. Seluruh instrumen yang ada harus mendukung. Terutama dalam hal penyediaan modal usaha seperti ini.
“Keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil dapat dirasakan melalui KUR ini. Ekonomi yang ditumbuhkan dari bidang ini sangat besar. Ada banyak lapangan pekerjaan yang tumbuh jika usaha mereka berhasil. Harus diseriusi dan diawasi dengan baik,” pungkasnya.







Komentar