LIPUTAN.CO.ID, Serang – Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran produk ilegal yang dinilai merugikan industri sepatu nasional.
Hal tersebut disampaikan Saleh Daulay, usai melakukan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, ke beberapa pabrik sepatu di Serang, Provinsi Banten, Jumat (14/11/2025).
“Yang paling utama adalah menjaga jangan sampai ada produk ilegal masuk dari negara lain. Produk ilegal tidak bayar cukai, tidak bayar pajak, barangnya palsu, tapi dijual sangat murah. Ini membuat perusahaan-perusahaan kita menurunkan produksi,” kata Saleh Daulay.
Wakil Ketua Umum DPP PAN itu menyebut penurunan produksi akibat banjirnya barang ilegal dapat berdampak pada menurunnya pendapatan perusahaan dan berpotensi menimbulkan PHK massal.
Untuk itu, Ketua Fraksi PAN DPR itu mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, untuk memperketat pengawasan di pintu masuk barang.
“Bea Cukai harus kerja keras. Jangan ada kong-kalikong. Kita dorong agar pintu masuk negara dijaga lebih tegas lagi,” ujarnya.
Selain barang ilegal yang masuk secara fisik, Saleh Daulay juga menyoroti maraknya penjualan produk palsu melalui perdagangan digital.
Menurutnya, platform online kini sering digunakan untuk menjual barang yang mengaku asli namun faktanya palsu, sehingga semakin merugikan industri dalam negeri.
“Banyak barang palsu dijual online. Ini berdampak besar pada industri kita dan harus diperiksa dengan serius oleh negara,” ungkapnya.
Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi bagi pelaku usaha yang melanggar aturan.
“Jika ada yang melanggar aturan, pemerintah harus tegas. Harus ditindak sesuai hukum. Ini menjadi pelajaran bagi semua produsen dan pelaku bisnis agar tetap fair, adil, dan jujur,” tegasnya.
Dikatakannya, perlindungan terhadap industri sepatu dalam negeri penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk berkualitas, menjaga efisiensi belanja publik, dan meningkatkan kontribusi industri terhadap negara maupun kesejahteraan pekerja.







Komentar