LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat II, Lisda Hendrajoni, menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumbar.
Karenanya, politikus Partai NasDem itu mendorong adanya langkah strategis dan kajian komprehensif untuk mengatasi bencana tahunan tersebut.
“Di tengah kondisi ini, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan menyatakan dukungan penuh kepada seluruh warga yang terdampak. Kita berharap proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan segera berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Lisda, dalam rilisnya, Jumat (28/11/2025).
Bencana banjir yang kembali terjadi lanjut Lisda, membawa dampak serius bagi masyarakat, mulai dari kerusakan rumah, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga memaksa warga mengungsi.
Lisda mengatakan Sumatera Barat telah menjadi langganan banjir tahunan, sehingga dibutuhkan langkah strategis dan kajian komprehensif dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
“Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan berulang setiap tahun. Harus ada upaya serius dari daerah untuk menyiapkan kajian penanggulangan, mitigasi, dan solusi permanen. Tidak hanya reaktif saat banjir, tapi preventif sebelum bencana terjadi,” ujarnya.
Lisda mendorong percepatan sejumlah proposal bantuan kebencanaan yang diajukan daerah terdampak. Bantuan tersebut mencakup dukungan logistik, kebutuhan dasar masyarakat, hingga intervensi pemulihan pascabencana maupun Infrastruktur.
“Saya sudah komunikasikan beberapa kebutuhan mendesak ke Kementerian Sosial dan BNPB. Proposal bantuan dari daerah sedang kita kawal agar segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kepala BNPB terkait langkah-langkah penanganan pascabencana.
Menurutnya, percepatan pendataan kerusakan infrastruktur, rumah warga, dan fasilitas umum menjadi bagian penting agar bantuan pusat dapat segera turun.
“Koordinasi dengan BNPB kita lakukan secara intensif. Kita ingin penanganan pascabencana di Sumbar lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan. Dalam waktu dekat Kepala BNPB rencananya juga akan turun langsung ke Sumbar, khususnya di Padang Pariaman,” ungkapnya.
Di sisi lain, Lisda mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di banyak wilayah.
“Masyarakat harus tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah rawan banjir serta longsor. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.
Ia juga telah menurunkan tim di lapangan untuk membagikan bantuan makanan bagi masyarakat yang terdampak langsung dan belum tersentuh dapur umum.
“Sudah ada tim kita yang menyalurkan bantuan berupa makanan seperti nasi bungkus ataupun makanan siap saji lainnya untuk masyarakat yang terdampak. Saat ini sudah berjalan di Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Pesisir Selatan dan Tanah Datar,” jelasnya.
Lisda menegaskan akan terus mengawal seluruh proses penanganan kebencanaan, termasuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak. Sumbar tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.







Komentar