LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR sedang melakukan evaluasi terhadap hasil rapat dengan para pengusaha industri
Air Minum dalam Kemasan atau AMDK, Rabu, 12 November 2025.
Untuk sementara, menurut Ketua Komisi VII DPR RI Dr. Saleh Partaonan Daulay, sudah disepakati akan dibentuk panitia kerja atau Panja AMDK. Tujuannya untuk mendalami berbagai aspek yang berkenaan dengan pengelolaan air.
Pasalnya, menurut Wakil Ketua Umum DPP PAN itu, air adalah komoditas utama dalam kehidupan. Karena itu, pengelolaan air harus benar-benar dilakukan secara baik dan berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kemarin, itu baru pengumpulan informasi awal. Jumlah narasumbernya banyak. Waktu terbatas. Karena itu, perlu pendalaman lebih detail lagi,” kata Saleh Partaonan, menjawab pertanyaan wartawan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2025).
Dari sisi perizinan, Komisi VII DPR, lanjutnya, juga sedang melakukan evaluasi. Sebab, izin yang diperoleh diberikan oleh kementerian/lembaga yang berbeda dan juga dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
Dalam konteks pengawasan, kata Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu, juga menimbulkan persoalan tersendiri. Apalagi kalau izin yang diperoleh dari pemerintah daerah.
“Kita berharap ada koordinasi sinergis antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kebijakan soal pengelolaan air harus disatupadukan. Ini tentu juga terkait dengan retribusi dan pajak yang dibayarkan,” tegasnya.
Hal lain yang ingin didalami adalah soal tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat sekitar area industri.
Ketua Fraksi PAN DPR RI itu mengungkap ada banyak pengaduan yang disampaikan bahwa masyarakat sekitar belum mendapatkan bantuan dari perusahaan di sana. Bahkan, lanjutnya, mereka menilai bahwa kehadiran industri justru hanya murni berorientasi bisnis.
“Dalam aturan yang ada, tanggung jawab sosial itu mesti dilaksanakan. Jika masyarakat tidak dibantu, tentu ini akan dipertanyakan. Dan bisa jadi, ini akan selalu dipersoalkan,” imbuh Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2014 itu.







Komentar