LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Ketua DPD RI RI Sultan B. Najamudin secara pribadi menyatakan tidak mempersoalkan usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden ke dua Republik Indonesia Soeharto.
Sultan menilai atas dedikasi kepemimpinan nasional di negara yang besar ini, idealnya semua mantan presiden RI yang telah meninggal dunia layak diberikan gelar pahlawan nasional.
“Saya pribadi berpandangan setiap pemimpin bangsa adalah pahlawan. Bahwa sebagai manusia adalah wajar jika terdapat kekurangan. Kita mengenal istilah mikul duwur mendam jero, itu filsafat kebangsaan yang harus dijadikan rujukan kita,” kata Sultan, menjawab pertanyaan wartawan, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/22/2025).
Sultan menjelaskan, para pemimpin bangsa di setiap generasi tentu memiliki reputasi dan legacy yang berbeda, tergantung suasana sosial dan politik nasional serta tantangan geopolitik.
“Tapi mereka memiliki kesamaan visi yang luhur, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mewujudkan cita-cita nasional, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Sultan.
Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu menegaskan, pahlawan nasional bukan merupakan sosok yang tanpa cela politik. Mereka juga manusia biasa, demikian pula dengan para presiden sebelumnya. Semua memiliki sisi lain yang harus dimaknai sebagai sebuah pelajaran berharga dalam membangun bangsa.
“Tak ada ruginya jika para pemimpin bangsa ini diberikan gelar pahlawan nasional. Tidak pantas kita yang hanya mengisi kemerdekaan ini memperdebatkan sisi lemah para pemimpin yang telah berjasa dalam membangun bangsa dan negara, sehingga bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai jasa para pemimpinnya di masa lalu,” ujar Sultan.







Komentar