LIPUTAN.CO.ID, Batam – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berada di atas 7 persen dan itu melampaui capaian pertumbuhan nasional. Namun kualitas dan pemerataan pertumbuhan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Hal dikatakan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri saat memimpin Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/12/2025).
“Secara pertumbuhan, Kepri tumbuh di atas 7 persen, berarti lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tentu ini kita apresiasi kerja dari semua pihak. Tetapi yang jadi soal adalah kualitas pertumbuhan dan pemerataannya yang masih terus menjadi tantangan,” kata Hanif Dhakiri.
Menurut politikus Partai PKB itu, kontribusi pertumbuhan ekonomi di Kepri masih didominasi sektor-sektor konvensional, terutama industri pengolahan. Sedangkan sektor unggulan yang menjadi karakter utama wilayah kepulauan seperti maritim, logistik, pelabuhan, dan konektivitas antarpulau belum tergarap secara optimal.
“Keunggulan maritim, logistik, pelabuhan, dan konektivitas antar-pulau belum mendapatkan dukungan yang memadai. Padahal, sektor-sektor tersebut merupakan kekuatan alami Kepri,” tegasnya.
Ke depan, dia meminta agar desain fiskal dan perencanaan pembangunan daerah dapat lebih selaras dengan potensi basis ekonomi Kepulauan Riau. Ia menekankan pentingnya penataan yang terukur sehingga percepatan pertumbuhan dapat berjalan seiring dengan pemerataan.
“Kita ingin agar mulai dari desain fiskal dan perencanaan pembangunannya bisa lebih inline. Jadi ketika Pemprov menggencot pertumbuhan, sektor-sektornya tidak timpang. Dari sisi desain perencanaannya, kita harapkan bisa lebih diratakan sesuai dengan potensi yang ada di Kepri,” imbuhnya.







Komentar