Gus Hilmy Dukung Penguatan Ekosistem Bisnis Digital Pengusaha Muda NU

LIPUTAN.CO.ID, Yogyakarta – Anggota DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilmy Muhammad atau yang akrab disapa Gus Hilmy mendorong kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan ekosistem bisnis digital bagi pengusaha muda Nahdlatul Ulama (NU).

Upaya tersebut diwujudkan dengan mempertemukan pelaku usaha muda NU dengan para pemangku kepentingan strategis guna memperluas akses pembinaan, jejaring usaha, dan peluang pembiayaan berbasis kualitas.

Kegiatan kolaboratif yang berlangsung di Kantor DPD RI DIY ini menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi bisnis serta pengusaha muda NU dari berbagai sektor pada Senin (15/12/2025).

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Gus Hilmy sebagai wakil daerah di DPD RI untuk menjawab tantangan struktural yang masih dihadapi pelaku usaha muda NU, terutama keterbatasan jejaring bisnis, rendahnya literasi pemasaran digital, serta akses permodalan yang berkelanjutan.

Tantangan tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap kemampuan usaha untuk tumbuh dan bersaing di era ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Gus Hilmy mengatakan peran DPD RI tidak berhenti pada fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga hadir sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan masyarakat daerah dengan sumber daya strategis.

“Kita menyelenggarakan acara ini untuk menghubungkan dan memberikan pembinaan pengusaha-pengusaha di kota dengan para pelaku usaha, dengan teman-teman yang memang punya inovasi, khususnya di digital marketing,” ujar Gus Hilmy.

Dikatakannya, digitalisasi bisnis merupakan kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan. Menurutnya, pemasaran digital justru memberikan kemudahan, efisiensi biaya, serta jangkauan pasar yang jauh lebih luas dibandingkan pola usaha konvensional.

“Mengapa hari ini kita harus melek digital marketing? Karena ini usaha yang justru lebih memudahkan kita. Kita tidak perlu punya tempat, bahkan tidak perlu izin yang rumit, tetapi kita bisa memasarkan sesuatu. Barang kita terbatas, tetapi dengan digital marketing kita bisa menjangkau pasar yang luas,” jelasnya.

Gus Hilmy juga menyoroti pentingnya kualitas produk dan penguatan merek sebagai fondasi utama sebelum berbicara tentang akses permodalan.

“Akses modal itu biasanya datang kalau kualitasnya sudah kelihatan. Orang percaya dulu pada kualitasnya, baru modal itu datang sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pelaku usaha untuk memperhatikan aspek pendukung seperti legalitas, sertifikasi halal bagi produk pangan, serta penguatan identitas merek agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini, Gus Hilmy berharap lahir generasi pengusaha muda NU yang adaptif terhadap teknologi, memiliki daya saing global, serta mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi umat dan pembangunan daerah, sejalan dengan peran strategis DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah.

Komentar