LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, melontarkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Ia menilai Kementerian Kehutanan hanya membeberkan sebagian kecil persoalan yang memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.
Alex mengatakan Menhut terlalu fokus menyampaikan data pembalakan liar, padahal kerusakan yang terjadi juga disebabkan oleh aktivitas tambang ilegal yang masif di kawasan hutan.
“Pembalakan liar, secuil, Pak. Bapak tidak paparkan data tambang ilegal yang menghancurkan hutan sedemikian parahnya. Ayo dong, buka,” tegas Alex dalam rapat, Kamis (4/12).
Ia menambahkan bahwa sepanjang aliran sungai di lokasi-lokasi terdampak bencana, aktivitas tambang ilegal terjadi secara terang-terangan.
“Itu kan di sepanjang aliran sungai itu semuanya juga tambang ilegal. Enggak bakal punya izin kok. Dan itu kawasan hutan,” ujarnya menekankan.
Alex juga menyoroti paparan data Menhut Raja Juli Antoni yang menunjukkan kerusakan serius pada daerah aliran sungai.
Menurutnya, data tersebut sudah cukup menjelaskan kenapa banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mencapai skala kerusakan besar.
“Itu juga tercermin dari data yang dipaparkan bahwa kerusakan di daerah aliran sungai sedemikian parahnya. Maka jangan heran kalau banjir bandang ini luar biasa,” kata Alex.
Legislator PDIP itu turut menyinggung beredarnya foto dan video banjir di Saniangbaka, Kabupaten Solok, yang memperlihatkan banyaknya gelondongan kayu yang terbawa arus.
“Kalau ada data, ada foto mungkin, dan pasti saya rasa Bapak-Bapak juga sudah ketahui, ada gelondongan kayu di Saniangbak, Kabupaten Solok,” ujarnya.
Alex menilai bencana di Sumatra bagian Utara merupakan bukti adanya pembiaran panjang terhadap penambangan ilegal dan pembalakan liar.
Ia mempertanyakan keseriusan Kemenhut dalam melakukan pemulihan lingkungan.
Bahkan, Alex menyentil temuan Kemenhut yang hanya menyebut tiga kasus pembalakan liar sebagai faktor bencana, tanpa mengungkap langkah tindak lanjut di lapangan.
“Apa upaya pemulihannya? Saya pastikan sampai sekarang juga belum. Ini kan yang disampaikan ini baru cuma soal pembabatan hutan,” tegasnya menutup pernyataan.







Komentar