Peduli Sesama: Wartawan Parlemen dan Kesetjenan DPR Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatra

LIPUTAN.CO.ID, Bandung – Kegiatan Ngariung Bareng DPR RI bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dalam agenda Refleksi Akhir Tahun 2025 dibuka dengan aksi solidaritas untuk korban bencana di Sumatera.

Pada hari pertama rangkaian acara yang digelar 4–6 Desember 2025, di Kota Bandung, panitia mengedarkan kotak donasi dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp30 juta, dalam waktu 15 menit.

Namun diharapkan donasi untuk meringankan beban masyarakat kirban banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh ini, akan terus bertambah.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi penanda bahwa forum tahunan ini tidak sekadar berfokus pada evaluasi kinerja parlemen, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dialog dan refleksi yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPR RI, Dr. Indra Iskandar, tetap berjalan sebagaimana agenda utama, namun kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini.

Ketua KWP, Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh warga yang terdampak bencana. Ditegaskannya, penggalangan dana ini merupakan wujud solidaritas jurnalis parlemen terhadap tragedi kemanusiaan yang tengah terjadi.

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Penggalangan dana ini adalah bentuk kepedulian jurnalis parlemen. KWP ingin memastikan bahwa kehadiran kami bukan hanya dalam peliputan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan langsung,” tegas Ariawan.

Dijelaskannya, total donasi yang terkumpul hari ini telah mencapai Rp30 juta dengan harapan tentunya akan terus bertambah, dan seluruhnya akan disalurkan tanpa potongan bagi masyarakat terdampak.

“Dana yang terkumpul malam mencapai Rp30 juta, dan saya yakin akan terus bertambah. Sekecil apa pun kontribusinya, kami berharap ini dapat meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa jurnalis juga memiliki tanggung jawab sosial dalam situasi bencana,” kata Ariawan.

Diketahui, korban bencana di Sumatera tembus lebih dari 1.300 jiwa. Bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera menunjukkan dampak yang kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan rekapitulasi GIS BNPB per 4 Desember 2025, total korban meninggal dan hilang tercatat lebih dari 1.300 jiwa.

Rinciannya, 812 orang meninggal dunia: Aceh: 325; Sumatera Utara: 311; Sumatera Barat: 176; 509 orang masih hilang, dan Lebih dari 2.700 orang terluka.

Aceh dan Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban meninggal tertinggi, menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar. Lebih dari 51 kabupaten/kota terdampak, dengan 10.500 rumah lebih mengalami kerusakan. Upaya pencarian dan penyelamatan masih dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas.

Komentar