LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menekan Kementerian Kehutanan agar segera mengambil langkah nyata memperbaiki kerusakan hutan di Sumatra usai rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Ia menegaskan pemerintah tidak boleh hanya menitikberatkan pemulihan pada infrastruktur yang rusak.
“Hutan ini juga harus direhabilitasi. Jangan sampai infrastruktur yang rusak direhabilitasi, direkonstruksi,” ujar Alex dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12).
Dalam forum tersebut, Alex menyoroti anggaran rehabilitasi hutan yang disebut disiapkan Kemenhut.
Menurutnya, alokasi dana yang dihitung hanya senilai Rp62.500 per hektare tidak masuk akal untuk memulihkan kerusakan hutan yang begitu luas.
“Sekarang, kalau bicara dana rehabilitasi, Pak. Saya sudah hitung, dana rehabilitasi itu cuma Rp62.500 per hektare. Apa yang mau direhabilitasi, Pak?” kritik Alex.
Ia mengingatkan bahwa jika kerusakan hutan tidak segera ditangani, potensi bencana serupa sangat mungkin terulang.
Alex mengaitkan fenomena siklon yang muncul untuk pertama kalinya sebagai alarm serius bagi pemerintah.
“Kalau lah siklon ini pertama kali dalam sejarah sudah terjadi. Itu kan tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi. Jangan nanti curah hujan lagi yang disalahkan,” katanya.
Ketua PDIP Sumatra Barat itu juga menyebut bahwa simpati, ucapan duka, dan janji anggaran tidak akan pernah sebanding dengan kehilangan warga di daerah terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun Aceh.
“Tidak bisa mengobati penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jadi jangan lagi bicara anggaran, Pak,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Ayo, untuk satu nyawa, itu tidak pernah bisa kita nilai, Pak. Apalagi, dengan sedemikian banyaknya yang sekarang,” ucap Alex.







Komentar