Zigo Rolanda Desak Percepat Penanganan Darurat di Lembah Anai

LIPUTAN.CO.ID, Tanah Datar – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mengatakan perlu percepatan penanganan darurat di kawasan Lembah Anai, Sumatra Barat, pascabencana banjir dan longsor yang terjadi sejak 28 November lalu.

Sesuai perhitungan teknis, menurut politikus Partai Golkar itu, penanganan darurat ditargetkan sudah bisa difungsikan paling lambat pada 16 Desember nanti. Setelah itu, pemerintah berencana melanjutkan dengan penanganan permanen yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Dalam penanganan permanen nanti, Zigo menjelaskan, Komisi V DPR RI mendorong penggunaan teknologi Borpile atau borpel sebagai rekomendasi teknis utama.

Selain itu, Bupati Tanah Datar juga telah mengusulkan pembangunan flyover di kawasan air terjun Lembah Anai untuk meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang,” kata Zigo.

Hal itu dikatakan Zigo di sela tinjauan tim kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Lembah Anai salah satu titik bencana di Tanah Datar, Sumatra Barat, Rabu (10/12/2025).

Dijelaskannya, Komisi V DPR RI, dalam rapat pekan lalu, telah menyepakati optimalisasi seluruh anggaran yang berada di pos Kementerian Pekerjaan Umum. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut agar proses pemulihan berjalan maksimal.

Menurut Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Barat I itu, Komisi V DPR siap menyetujui seluruh kebijakan strategis yang diajukan pemerintah sepanjang kebijakan itu bertujuan mempercepat pemulihan.

Zigo menilai, percepatan sangat penting untuk mengembalikan kondisi normal, karena terkait langsung dengan kelancaran akses transportasi dari Padang menuju Pekanbaru yang kini terdampak signifikan.

Diketahui, saat ini, lalu lintas dari Padang ke Pekanbaru dialihkan melalui jalur Sitinjau Laut, sehingga sering memicu kemacetan parah hingga 1–2 hari.

“Kondisi ini diperparah dengan semakin dekatnya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang secara rutin meningkatkan volume kendaraan,” ungkapnya.

Selain gangguan mobilitas, Zigo juga mengingatkan, keterlambatan penanganan dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Terhambatnya distribusi menuju kota-kota provinsi berpotensi mendorong naiknya harga sembako, sehingga penanganan cepat menjadi semakin mendesak.

Ia berharap pekerjaan di lapangan dapat dilakukan selama 24 jam apabila kondisi cuaca memungkinkan. Namun Zigo juga meminta masyarakat memahami bahwa hujan yang masih sering turun menjadi tantangan bagi petugas karena kondisi tersebut dapat menghambat proses pengerjaan di lapangan.

Zigo menambahkan, kawasan Lembah Anai memang memiliki tekstur tanah yang rawan bencana. Pada 2024 lalu, wilayah ini juga mengalami bencana galodo. Namun titik yang terdampak saat ini berbeda dari yang ditangani pada kejadian sebelumnya. Untuk mempercepat pemulihan, sekitar 27 unit alat berat dari HKI telah dikerahkan dan bekerja secara intensif di lokasi.

Dengan pengerahan alat berat dan fokus anggaran dari pemerintah pusat, Zigo berharap pemulihan jalur Padang-Pekanbaru dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat kembali mendapatkan akses transportasi yang aman dan lancar.

Komentar