Evaluasi Haji 2025, Komite III DPD RI Minta Kemenhaj Pastikan Kesiapan Fisik Jemaah 2026

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komite III DPD RI Erni Daryanti mengatakan, berdasarkan Laporan Pengawasan Komite III DPD RI atas pelaksanaan haji tahun 1446 H/2025 M, ditemukan sejumlah persoalan fundamental yang memerlukan penanganan segera.

Hal itu dikatakan Erni Daryanti saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komite III DPD RI dengan Kementerian Haji dan Umrah, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

“Dua isu utama yang menjadi sorotan adalah komitmen terhadap calon jemaah haji lanjut usia atau Lansia dan disabilitas,” kata Erni Daryanti.

Menurut Senator Indonesia asal Kalimantan Tengah itu, masih ditemukan jemaah berisiko tinggi yang diberangkatkan tanpa pendampingan maupun fasilitas yang memadai.

“Hal ini berdampak langsung pada tingginya angka kelelahan dan gangguan kesehatan bagi Lansia dan disabilitas saat puncak ibadah di Armuzna,” ungkapnya.

Selain itu, Erni juga menanggapi kurangnya ketegasan standar istithoah kesehatan haji. Ia menilai karena sejauh ini belum ada regulasi yang tegas mengenai standar istithoah kesehatan yang menyebabkan sistem seleksi calon jemaah belum optimal.

“Ini menyebabkan sistem seleksi calon jemaah belum optimal dalam menjaring individu yang benar-benar siap secara fisik dan mental,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Anggota DPD RI dari Provinsi Maluku Anna Latuconsina meminta penambahan jumlah petugas haji di provinsinya, sebab petugas haji hanya dua orang saja.

“Di Maluku petugas haji hanya dua orang. Kami meminta agar ditambah satu orang. Sementara di Arab Saudi hanya satu orang, perlu ditambah dua orang lagi, Pak Menhaj,” harapnya.

Sedangkan Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu Destita Khairilisani juga berharap ada penambahan kuota haji bagi Bengkulu. Sebab sudah lama Provinsi Bengkulu belum ada penambahan kuota haji.

“Kami sudah menunggu bertahun-tahun untuk penambahan kuota haji di Bengkulu. Saya berharap dengan adanya Kemenhaj bisa menambah kuota di Bengkulu,” jelasnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Ia menyampaikan bahwa Kemenhaj telah melakukan persiapan di dalam negeri dengan bekerja sama dengan TNI dan Polri.

“Kerja sama dengan TNI dan Polri diharapkan dapat memperkuat aspek fisik, disiplin, dan kesiapan medan para petugas. Kami juga memberikan penguatan kompetensi layanan, khususnya bagi lansia dan disabilitas. Tahun ini kami mengusung tagline ramah perempuan, karena mayoritas jamaah haji adalah perempuan,” terang Menhaj.

Komentar