Penjualan Minyak ke AS Berbuah Manis, Venezuela Raup 300 Juta Dolar

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Venezuela mengumumkan telah menerima pendapatan sekitar 300 juta dolar AS dari penjualan minyak mentah ke Amerika Serikat, yang akan digunakan untuk menstabilkan pasar valuta asing negara tersebut.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan pernyataan itu pada Selasa di Caracas. 

Ia mengatakan pendapatan tersebut merupakan bagian dari total perkiraan 500 juta dolar AS yang diperoleh dari penjualan minyak Venezuela ke AS dalam kesepakatan ekspor minyak antara kedua negara. 

Pendapatan ini akan disalurkan melalui bank-bank publik dan swasta bekerja sama dengan Bank Sentral Venezuela untuk membantu stabilisasi pasar valuta asing. 

Rodriguez mengatakan dana hasil penjualan minyak akan disalurkan melalui pasar valuta asing guna memperkuat nilai tukar mata uang bolivar dan melindungi pendapatan serta daya beli pekerja. 

Secara terpisah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah mengambil 50 juta barel minyak Venezuela dan menjual sebagian di pasar terbuka sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Meskipun catatan pengiriman menunjukkan volume minyak itu belum diekspor. 

Kesepakatan ini mengikuti peristiwa dramatis awal Januari, ketika Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi konflik yang memicu kritik internasional atas penggunaan kekuatan terhadap negara berdaulat. 

Dengan cadangan minyak mentah yang mencapai ratusan miliar barel, Venezuela berupaya menggunakan pendapatan minyak ini untuk meredam tekanan ekonomi dan memberikan dukungan keuangan langsung kepada sektor-sektor kritis di dalam negeri.

Komentar