Politikus NasDem Nilai Antrean BBM di SPBU Usai Bencana Menambah Kesulitan Masyarakat

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Barat I, M Shadiq Pasadigoe, menyikapi serius masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah, termasuk di Kota Padang.

Antrean bahan bakar minyak atau BBM tersebut telah berlangsung sejak terjadinya musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat.

Anggota Komisi XIII DPR RI itu menyatakan, persoalan distribusi dan pelayanan BBM tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, hingga mobilitas pascabencana.

Politikus Partai NasDem itu mengungkapkan pihaknya banyak menerima keluhan langsung dari masyarakat saat turun ke lapangan saat melakukan reses.

“Dalam reses ini, banyak masyarakat yang menyampaikan langsung kepada saya tentang antrean panjang BBM di SPBU. Ini bukan persoalan kecil. Di tengah kondisi pascabencana, masyarakat justru dihadapkan pada kesulitan tambahan,” kata Shadiq, Kamis (1/12/2025).

Dikatakannya, pengelolaan dan pengawasan SPBU tidak berada di bawah satu kementerian, karena menjadi tanggung jawab bersama lintaskementerian.

“Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memiliki peran utama dalam menetapkan kebijakan sektor energi, termasuk regulasi harga eceran BBM, standar teknis SPBU, serta perizinan usaha niaga BBM,” ujarnya.

Secara bersamaan, karena mayoritas SPBU di Indonesia dioperasikan oleh PT Pertamina (Persero), lanjutnya, maka Kementerian Badan Usaha Milik Negara bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kinerja Pertamina sebagai BUMN yang menjalankan operasional distribusi BBM di lapangan.

Sedangkan Kementerian Perdagangan, kata Shadiq, berperan dalam pengawasan aspek niaga, termasuk keakuratan meteran BBM, legalitas usaha, serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Artinya, tidak ada alasan untuk saling lempar tanggung jawab. Ini harus menjadi kerja cepat dan terkoordinasi antara Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Karena itu, mantan Bupati Tanah Datar dua periode ini mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dan cepat, mulai dari evaluasi distribusi BBM pascabencana, penambahan pasokan di daerah terdampak, hingga penguatan pengawasan di SPBU agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

“Negara harus hadir secara nyata dalam situasi darurat dan pemulihan. Masyarakat Sumatra Barat sedang bangkit dari musibah banjir dan longsor. Jangan sampai kesulitan BBM justru memperlambat pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Komentar