Prabowo Sentil Desain IKN, DPR Minta Target Ibu Kota Politik 2028 Tak Goyah

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait koreksi desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

Khozin menegaskan, penyesuaian yang diusulkan Presiden perlu segera ditindaklanjuti agar target menjadikan IKN sebagai ibu kota politik Republik Indonesia pada 2028 tidak meleset.

“Perubahan desain IKN jangan sampai menggeser target IKN sebagai ibu kota politik tuntas di tahun 2028,” kata Khozin di Jakarta, Rabu (14/1).

Ia juga menilai kunjungan perdana Prabowo ke kawasan IKN sebagai Presiden RI memberi sinyal kuat agar pembangunan tidak berjalan setengah-setengah. 

Menurutnya, koreksi desain dan fungsi yang disampaikan Presiden secara normatif dapat menjadi pijakan jelas bagi Otoritas IKN (OIKN) untuk menuntaskan pekerjaan.

Khozin menambahkan, penyesuaian tersebut membawa pesan penting bahwa peran IKN sebagai pusat politik nasional harus diwujudkan secara konkret, bukan sekadar simbolik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi kepada OIKN, termasuk melakukan koreksi terhadap desain dan fungsi kompleks eksekutif, legislatif, dan yudikatif di IKN, Kalimantan Timur, saat kunjungan pada Selasa.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga menjabat Juru Bicara Presiden menjelaskan, OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum diminta melakukan sejumlah perbaikan.

Sekaligus mempercepat pembangunan agar target IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 bisa tercapai.

“Tadi malam (12/1) Beliau (Presiden, red.) mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita, yang Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan apa namanya fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai tahun 2028,” kata Prasetyo Hadi.

Komentar