LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Media Survei Nasional (Median) merilis hasil pemetaan elektabilitas calon presiden berbasis opini pengguna media sosial.
Temuan tersebut dimuat dalam laporan bertajuk “Bedah Opini Penanganan Bencana Sumatera & Isu Politik Lainnya” yang dipublikasikan pada Selasa, 20 Januari 2026.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam daftar sementara calon presiden dengan tingkat dukungan paling tinggi.
Hasil itu diperoleh dari jawaban responden atas pertanyaan, “Jika pemilu presiden diadakan saat ini, siapa tokoh yang akan Anda pilih menjadi calon Presiden Republik Indonesia?”
Dari survei tersebut, Prabowo meraih elektabilitas sebesar 27,8 persen.
Di bawahnya, Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan dukungan 19,9 persen, sementara Dedi Mulyadi menyusul di peringkat ketiga dengan raihan 17,4 persen.
Rico menilai persaingan di papan atas masih cukup ketat, terutama antara kandidat di posisi kedua dan ketiga.
Menurutnya, selisih yang relatif tipis membuka ruang perubahan dalam waktu ke depan.
Sementara itu, sejumlah nama lain mencatatkan elektabilitas yang terpaut cukup jauh dari tiga besar.
Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi keempat dengan 4,0 persen, diikuti Ganjar Pranowo sebesar 3,3 persen.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih 2,9 persen, Gibran Rakabuming 2,4 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memperoleh 2,0 persen.
Nama Mahfud MD tercatat dengan elektabilitas 1,6 persen, sedangkan Pramono Anung berada di urutan kesepuluh dengan 1,2 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa elektabilitas masih terkonsentrasi pada beberapa figur utama, sementara kandidat lainnya berada dalam posisi yang relatif terbuka untuk mengalami pergeseran, tergantung dinamika politik, isu publik, dan strategi komunikasi ke depan,” kata Rico.
Ia menambahkan bahwa hasil survei ini tidak bisa dipandang sebagai gambaran final kontestasi politik.
Menurut Rico, preferensi publik, khususnya pengguna media sosial, masih sangat dinamis dan berpotensi berubah mengikuti perkembangan isu nasional serta aktivitas para tokoh di ruang publik.
Survei Median dilaksanakan pada 9–13 Januari 2026 dengan metode penyebaran kuesioner melalui media sosial.
Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia, dengan total 1.000 responden.







Komentar