LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menyoroti persoalan mahalnya harga tiket pesawat domestik yang dinilai terus membebani masyarakat.
Kondisi tersebut dianggap berpotensi menghambat konektivitas nasional, terutama bagi daerah kepulauan dan wilayah tertinggal yang sangat bergantung pada transportasi udara.
Saadiah menyebut keluhan soal harga tiket penerbangan dalam negeri bukan hal baru.
Bahkan, dalam sejumlah kasus, tarif penerbangan domestik justru lebih tinggi dibandingkan rute internasional dengan jarak yang relatif berdekatan.
“Kondisi ini tentu tidak ideal. Penerbangan domestik seharusnya menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan justru menjadi moda transportasi yang sulit dijangkau oleh masyarakat luas,” ujar Saadiah saat dalam rapat Kerja bersama pemerintah di Gedung DPR RI, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, tingginya harga tiket pesawat tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural.
Mulai dari harga avtur yang masih tinggi, beban pajak, hingga biaya perawatan pesawat yang sebagian besar bergantung pada komponen impor.
“Biaya avtur yang tinggi, pengenaan PPN pada tiket dan bahan bakar penerbangan domestik, serta mahalnya biaya maintenance karena komponen impor, semuanya berkontribusi pada harga tiket yang akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurut Saadiah, transportasi udara memiliki peran strategis dalam membuka akses ekonomi daerah, mendorong sektor pariwisata, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pemerataan pembangunan.
Karena itu, kebijakan tarif penerbangan tidak seharusnya dilihat semata dari sisi bisnis.
“Bagi banyak daerah, terutama di Indonesia Timur dan wilayah kepulauan, pesawat bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan utama. Ketika tiket mahal, maka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga ikut terhambat,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Saadiah mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penerbangan.
Ia menekankan pentingnya peninjauan ulang tarif batas atas dan batas bawah, serta beban fiskal yang selama ini melekat pada penerbangan domestik.
Menutup pernyataannya, Saadiah berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga tiket pesawat dalam negeri lebih terjangkau dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan penyesuaian harga tiket penerbangan domestik agar lebih terjangkau. Penerbangan domestik membawa manfaat yang sangat besar bagi konektivitas nasional, pertumbuhan pariwisata, dan perekonomian daerah. Sudah saatnya akses udara menjadi lebih adil dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.







Komentar