LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyatakan duka cita mendalam atas tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan kommuter line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Tragedi tersebut telah menelan belasan korban jiwa dan menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
“Tragedi seperti ini meninggalkan luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam. Karena itu, penanganan korban harus dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada aspek medis semata,” kata Netty, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2026).
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial, Netty menekankan pentingnya layanan pendampingan psikologis bagi para korban selamat dan keluarga korban.
“Layanan trauma healing dan dukungan psikososial harus segera diberikan. Pemulihan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan korban secara keseluruhan,” kata Netty.
Selain itu, Netty meminta agar seluruh hak korban dan keluarga korban dipenuhi secara cepat, tepat, tanpa hambatan. Ditegaskannya, negara harus hadir memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan yang layak, termasuk soal jaminan sosial.
“Korban luka harus memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga pulih. Sedangkan keluarga korban meninggal berhak mendapatkan santunan dan seluruh bentuk perlindungan sosial secara cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Netty juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam melakukan investigasi menyeluruh atas insiden ini.
“Investigasi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tuntas untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Hasil investigasi ini harus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi nasional agar tragedi serupa tidak terulang,” tegas Netty.
Menurut politikus PKS itu, keselamatan transportasi adalah bagian dari perlindungan hak hidup masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, khususnya di area perlintasan dan operasional kereta api, harus menjadi prioritas.
“Keselamatan penumpang harus selalu menjadi prioritas utama. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi kita,” pungkasnya.







Komentar