LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Esensi dari kepemimpinan visioner tidak ditemukan dalam zona nyaman, melainkan dikristalisasi melalui ketangguhan dalam menghadapi krisis besar dan dinamika perubahan zaman.
Hal itu dikatakan anggota DPD RI Irman Gusman, usai menghadiri forum Supermentor-28 on Leadership yang berlangsung di The St. Regis Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.
Menurut Irman, pelajaran dari para tokoh dunia dalam forum tersebut merupakan pengingat krusial bahwa sejarah hanya mencatat pemimpin yang hebat itu berani mengambil keputusan sulit di saat genting.
“Sejarah membuktikan bahwa pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah. Mereka dibentuk oleh keberanian moral dan keteguhan karakter saat menghadapi ujian zaman. Kepemimpinan visioner adalah tentang navigasi di tengah krisis untuk membawa bangsa menuju pelabuhan yang lebih aman,” ujarnya.
Ketua DPD RI pada tahun 2014-2016 itu menyoroti tiga narasi besar yang diangkat dalam Supermentor-28 sebagai referensi utama bagi lintas genarasi, terkhusus lagi untuk generasi muda Indonesia:
Nelson Mandela: Melalui perspektif mantan asistennya, Ebrahim Rasool, mengenai kekuatan rekonsiliasi untuk mempersatukan bangsa yang terpecah.
Lee Kuan Yew: Melalui ulasan Prof. Chan Heng Chee mengenai disiplin visi yang mengubah sebuah negara kecil menjadi kekuatan ekonomi dunia (nation-building).
Sedangkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono: Tentang seni mengelola stabilitas dan pengambilan keputusan strategis di masa transisi dan krisis nasional.
“Indonesia saat ini berada dalam fase perubahan dinamis yang menuntut pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral,” ungkap anggota Komite I DPD RI ini.
Kehadiran berbagai tokoh kunci pemerintah dan nasional dalam Supermentor-28 ini juga menunjukkan besarnya perhatian terkait penguatan kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Deretan tokoh yang hadir antara lain Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Eddy Soeparno, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ossy Darmawan Wamen Agraria dan Tata Ruang, Stella Cristie, Wamen Pendidikan Tinggi dan Sais, Sandiaga Uno, dan Ilham Habibie.
Kehadiran para pembuat kebijakan ini, menurut Irman, mencerminkan adanya konsensus nasional mengenai pentingnya transfer pengetahuan kepemimpinan kepada generasi penerus.
Irman Gusman menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi forum Supermentor yang sejak 2014 konsisten menjadi oase pembelajaran bagi pemuda Indonesia.
“Forum ini sangat mengesankan karena melampaui sekadar motivasi. Inilah ruang di mana ‘resep sukses‘ dan etos kerja luhur diwariskan secara langsung, dan menanamkan kesadaran bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan bangsa,” pungkasnya.







Komentar