Migrasi ke Kepri Dinilai Pemicu Tingginya Pengangguran

LIPUTAN.CO.ID, Tanjungpinang – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengatakan tingginya angka pendatang dan menetap bahkan mengganti Kartu Tanda Penduduk jadi warga Provinsi Kepulauan Riau, berkontribusi signifikan terhadap angka pengangguran di Kepri.

Hal tersebut dikatakan Yahya Zaini dalam pertemuan Komisi IX DPR RI dengan pemerintah daerah dan mitrakerja, di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, di Kota Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026).

“Di Kepulauan Riau ini banyak pendatang untuk mencari kerja dan akhirnya menetap. Bahkan banyak yang kemudian mengganti identitas kependudukan menjadi KTP Kepri. Ini yang harus kita perhatikan karena bisa berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran jika tidak diantisipasi,” kata Yahya Zaini.

Kepri, lanjut politikus Partai Golkar ini, menjadi salah satu destinasi utama migrasi di Indonesia. Faktor ekonomi menjadi pendorong utama, mengingat wilayah ini merupakan kawasan industri dan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) yang menawarkan peluang kerja besar bagi pendatang, terutama dari Pulau Sumatra dan Jawa.

Selain itu, kata Yahya, letak geografis Kepri yang strategis dan dekat dengan perbatasan luar negeri turut memperkuat daya tarik tersebut. Tidak sedikit pendatang yang belum memiliki KTP setempat, namun sudah tercatat sebagai tenaga kerja.

Yahya menyoroti fenomena tingginya migrasi yang berdampak pada kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Kepri tergolong tinggi, angka pengangguran masih relatif besar akibat arus masuk penduduk setiap tahun.

“Di sini salah satu temuan yang paling bagus adalah di Kepri ini tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi, tetapi tingkat penganggurannya masih tinggi, karena banyaknya imigrasi setiap tahun ke Kepri,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tingkat pengangguran sebenarnya dapat lebih rendah apabila tidak terjadi arus migrasi yang signifikan dari daerah lain.

“Artinya warga Kepri sebenarnya kalau tidak ada imigrasi penduduk dari daerah-daerah lain, penganggurannya sangat kecil. Tetapi karena ada imigrasi penduduk dari daerah-daerah lain yang setiap tahun datang ke Kepri, maka angka penganggurannya masih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Yahya juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap pekerja rentan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia menyebut, sekitar 40 ribu pekerja rentan, khususnya nelayan dan petani, telah mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Ini menarik karena tidak semua pemerintah daerah bisa memberikan pelayanan yang sebegitu besar dan perhatian yang besar kepada petani dan nelayan. Dan sekarang sedang akan dilaksanakan untuk pekerjaan lain dan pekerja rentan lainnya,” pungkasnya.

Komentar