LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Kecelakaan tragis antara kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur menelan korban jiwa dan puluhan luka.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan serta jaminan biaya sepenuhnya.
PT KAI mencatat enam orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4).
Peristiwa tersebut melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line dalam satu lintasan.
“Penumpang KRL tercatat 6 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Selasa (28/4).
Dalam kejadian itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.
Data tersebut disampaikan KAI sebagai bagian dari pembaruan informasi terkait dampak kecelakaan.
Anne memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut telah mendapatkan penanganan secara maksimal.
KAI juga menegaskan bahwa biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal dunia sepenuhnya ditanggung oleh asuransi dan perusahaan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Fasilitas kesehatan yang menangani antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga yang terdampak.
Perusahaan memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Proses evakuasi, menurut Anne, memakan waktu cukup lama karena adanya korban selamat yang membutuhkan penanganan secara hati-hati.
Kondisi tersebut membuat tim harus bekerja ekstra dalam proses penyelamatan.
“Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban,” kata Anne.
KAI juga mendirikan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga mendapatkan informasi terkait penumpang.
Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat layanan informasi bagi pihak keluarga korban.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Anne.







Komentar