oleh

Demokrat Pertanyakan Keahlian TKA Asal China

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengklaim ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk dan bekerja di perusahan pemurnian nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki kehalian tersendiri.

Namun, klaim Pemerintah ini disebut tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Kabarnya, banyak pekerja kasar yang didatangkan dari China untuk bekerja di Indonesia. Menanggapi masalah ini, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mempertanyakan kabar tersebut kepada pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker-RI).

Jansen meminta agar Pemerintah menjelaskan kepada masyarakat terkait masalah tersebut, terutama soal keahlian mereka dan pengaruh keahlian mereka kepada pekerja lokal.

“Yth @KemnakerRI tolong dijawab: apakah TKA boleh dipekerjakan jd buruh kasar? Unskilled job. Jika boleh kira² “alih keahlian” apa yg mereka berikan pd pekerja lokal?,” tanya Jansen dalam postingan di akun twitternya pada, Selasa (7/7).

“Guyonnya: “kalau jd koki krn soal selera lidah, okelah. Tp kalau jd supir, rasanya tak kalah jago orang² kita”.,” sambungnya dalam tweet yang sama.

Lebih jauh lagi, eks tim hukum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini meminta Pemerintah menjelaskan apa saja yang tidak bisa dikerjakan atau dilakukan oleh pekerja lokal, hingga harus memasukan TKA asal China.

“Diluar debat soal nasionalisme nya dll, coba dulu sampaikan: “apanya yg tidak bisa dikerjakan orang Indonesia sehingga mempekerjakan TKA ini?” Kalau memang mereka lebih ahli, okelah kita terima,” kata Jansen di tweet yang beda.

“Tapi masak kita sebodoh itu sih? Mungkin ada yg bisa jawab,” tutup Jansen. (***)

Komentar

Loading...