Punya usaha sendiri demi kesejahteraan hidup adalah tujuan dari seorang Yandri, pemilik usaha donat “ Donat Dari Aku”. Memulai usaha berawal dari coba-coba saat menjadi karyawan di 2010, dirinya mencoba menawarkan donat buatannya kepada rekan kerjanya. “ Berawal pada 2010, saya saat itu masih menjadi karyawan namun memang ada background sebagai baker. Saat itu, setiap kali saya mau jajan, rasanya sulit sekali menemukan cemilan-cemilan ringan yang enak. Akhirnya saya coba membuat donat, karena saya sendiri bisa membuatnya. Alatnya pun masih manual saat itu, “ ungkap Yandri.
Keisengan Yandri tidak terasa hingga hampir 3 tahun berjalan dengan alat seadanya dan hanya menjual ke teman-temnnya. Pemesanan mulai banyak dan akhirnya membuat Yandri menjalin relasi dengan berbagai koperasi, perusahaan-perusahaan. Banjir orderan membuat Yandri resign. “ Januari 2014 saya resign dengan harapan saya punya usaha sendiri. Sebenarnya saya udah punya pasar juga”, ungkapnya.Alasan lain Yandri resign bukan semata karena usaha saja, dirinya prihatin pada sekelompok anak muda yang suka duduk-duduk di depan rumahnya dan tidak bekerja. Dirinya semakin bertekad kuat usaha untuk membantu para pemuda ini. “Saya coba ngobrol dan saya ajak bekerja dan digaji per hari daripada nongkrong-nongkrong”. Kini Yandri telah memiliki sepuluh karyawan dalam usahanya.
Berjalan dari 2014, dirinya menekuni dan kembangkan dari industri rumahan, dirinya memberanikan sewa toko. “ Waktu itu karena dirumah menyulitkan reseller, pembeli karena tempat sempit. 2016 saya sewa toko hingga sampai sekarang,”.
Asal Muasal nama Donat Dari aku
Sebelum menjadi nama DOnat dari Aku, ternyata nama Donat Yandri adalah Doyan Donat. Yandri mengatakan, kalau dirinya hanya memberikan nama saja tanpa riset terelebih dahulu. Saat itu juga dirinya belum melek akan social media, hingga akhirnya Yandri mendapatkan endorse dari salah satu motivator. Dengan pennuh semangat dirinya mengirimkan produknya ke Jakarta untuk diendorse sang motivator tersebut. “Saat itu saya ditanyakan ini Doyan Donat ini yang mana? Banyak sekali di instagram dengan nama tersebut”. Yandri akhirnya memutuskan untuk mengganti nama tersebut. DOnat dari aku dibuat berdasarkan custom atau keinginan si pembeli. “Kebanyakan pembeli itu membeli minta dibuatkan macam-macam, misalnya mau kasih hadiah sama teman, bisa dibuat sesuai dengan apa yang menjadi kesukaannya, seperti mickey mouse, angry bird. Kami tampilkan gambar tersebut di atas donat. Jadi, special, karena dibuat dari “Aku”, maka saya namakan Donat Dari Aku”.
Strategi Pemasaran Donat Dari Aku
Saat itu Yandri menjelaskan bahwa pemasaran hanya mengandalkan dari mulut ke mulut, jual titip ke perusahaan, sampai ke warung-warung dengan kualitas atau grade Bnya harga 5000 ke bawah. Paling besar adalah distribusi ke warung-warung karena harganya yang sangat terjangkau. DIrinya mengaku memang ada peningkatan setiap tahunnya, namun sampai di 2019 Yandri merasa stagnan.
Pada 2019 dirinya merekrut digital marketing untuk meningkatkan penjualan. Dari hal tersebut, akhirnya dirinya banyak belajar, mulai dari logo, branding, dan semua yang berkaitan dengan digital marketing. Bahkan Donat Dari aku juga hadir di marketplace, namun karena kebanyakan order dari luar kota, akhirnya dihentikan di marketplace dan mengalihkan ke pemesanan online via Go Food dan Grab Food. Kebanjiran order, dirinya semakin kewalahan akhirnya Yandri merekrut Customer Service. Setelah memecahkan beberapa permasalahan tersebut kini Donat Dari Aku konsisten menyajikan donat sesuai kebutuhan dan pilihan Anda.
Yandri juga menambahkan bahwa dalam berusaha jangan hanya fokus pada produksi saja, tetapi juga kita harus memikirkan untuk strategi penjualan dan pemasaran. Jika tidak mampu sendiri maka kita perlu bantuan dari ahlinya.
Relasi dan pembeli semakin banyak ketika dirinya bergabung bersama salah satu komunitas penggerak OK OCE, yakni OK OCE Qalam. Menurutnya, kini OK OCE bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga dari luar daerah. Hal inilah yang menjadikan produknya semakin dikenal secara luas dengan jejaring dari OK OCE.







Komentar