Tokoh Islam Kosong, Anies Punya Peluang Besar di 2024

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Paramadina Septa Dinata menilai peluang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sangat besar, karena posisi tokoh Islam yang dinilai sangat dekat dengan ulama dan seluruh pemuka agama di Indonesia masih kosong.

Kekosongan tokoh Islam itu terjadi saat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memutuskan untuk bergabung dengan Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi-Ma’ruf Amin, setelah pertarungan sengit di Pilpres 2019 kemarin.

“Saya kira Gubernur DKI ini punya peluang cukup besar. Pertama sebetulnya peluang Gubernur DKI ini karena kita masih mewarisi polarisasi 2019, jadi ketika Prabowo gabung denga pemerintahan Jokowi itu ada kekosongan tokoh di kalangan kanan, Islam khususnya,” kata Septa Dinata kepada KBA News di Jakarta, Senin 3 Januari 2022.

Menurut pengajar Komunikasi Politik Islam di Universitas Paramadina ini, posisi umat Islam yang kemarin mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu sedang mencari tokoh, dan yang bisa mengikis posisi tersebut saat ini adalah Anies Baswedan.

“Mereka sebetulnya dalam rangka itu mencari siapa yang bisa, karena butuh tokoh kan, sementara di kelompok kanan ini satu-satunya bisa mengisi itu adalah Anies dan itu yang paling memungkinkan,” ucapnya.

Dikatakan Septa, bergabungnya Prabowo ke barisan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini untuk mencoba meraup suara dari pendukung Jokowi, dan juga mendapat dukungan dari kelompok Islam kanan ini.

“Nah Prabowo sebetulnya mencoba meraup keuntungan dari sebagian pendukung Jokowi dan sebagian lagi yang ekstrim kiri ke Jokowi ini di Ganjar, artinya mereka tidak akan beralih hati ke Prabowo ya,” jelasnya.

“Nah sebetulnya Prabowo ini agak strategis menurut saya, karena dia mencondong ambil kanan dan ambil kiri, artinya makannya itu yang menjelaskan kenapa Prabowo masih cukup tinggi disetiap survei,” sambungnya.

Namun, buat Septa Anies Baswedan sejauh ini masih teratasi jika merujuk pada hasil survei berbagai lembaga survei politik nasional, jadi tinggal Anies bagaimana memantapkan posisinya di partai mana dia berlabuh.

“Anies pada dasarnya memang punya peluang besar, dan itu terlihat dengan berbagai hasil survei,” tutup Septa. (***)

Komentar