LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI, segera melakukan investigasi kebakaran Smelter Nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), di Morowali Utara.
Peristiwa yang terjadi pada 22 Desember 2022 silam itu, menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi, menimbulkan dua korban jiwa.
“Kami segera kunjungi tempat kejadian peristiwa untuk mendapatkan gambaran utuh penyebab kebakaran Smelter Nikel yang memakan korban jiwa itu. Kami akan evaluasi dari kejadian ini, apakah ada unsur unsur teknis yang memang tidak layak, atau murni musibah,” kata Bambang, dalam rilisnya, Sabtu (31/12/2022).
Politikus Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa semua pabrik pengolahan nikel harus mengutamakan keselamatan pekerja dan pemenuhan aspek teknik.
“Kita selalu ingatkan kepada seluruh pabrik pengolahan nikel agar mengedepankan pemenuhan teknis dan mengutamakan keselamatan para pekerja, tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata. Karena nyawa dan keselamatan pekerja harus diutamakan,” tegas Bambang.
Terkait kebakaran yang terjadi di PT GNI, Bambang meminta perusahaan agar bertanggungjawab terhadap kehilangan yang dialami keluarga korban. Selain itu, ia juga mendorong kementerian terkait melakukan audit pada smelter tersebut.
Mengakhiri pernyataannya, Bambang kembali menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan pendalaman atas peristiwa kebakaran tersebut.
“Kami minta pihak perusahaan harus bertanggungjawab terhadap korban dan juga mendorong kementerian teknis terkait untuk melakukan audit terhadap smelter tersebut. Komisi VII juga akan segera memanggil semua pihak terkait untuk melakukan pendalam secara menyeluruh kejadian ini, dan mengantisipasi agar tidak terjadi di Smelter lainnya. Investasi perlu, tetapi nyawa masyarakat tetap yang utama,” pungkasnya.







Komentar