Teknik Persuasif Digital Memajukan Binis UMKM

JAKARTA – Penerapan teknik persuasif digital menjadi penting dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital.

Banyak UMKM yang meraup keuntungan dengan menerapkan sekaligus penjualan  online dan offline. Tidak sedikit UMKM yang menerapkan teknik persuasif digital mempromosikan produk di berbagai media baik di portal berita maupun di media sosial meraih sukses.

Di tengah meningkatnya jumlah UMKM, yang tumbuh subur di sejumlah daerah, UMKM yang akan mampu bersaing adalah UMKM yang juga bisa menerapkan berbagai cara termasuk menggunakan Teknik persuasif digital untuk menarik perhatian publik atau konsumen.

Hanya UMKM yang kreatif dan inovatif yang mampu meraih perhatian publik bisa berkompetisi dengan 8,71 juta unit usaha UMKM di Indonesia pada 2022, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, provinsi terbanyak memiliki UMKM adalah Jawa Barat yang memiliki 1,49 unit usaha, Jawa Tengah (1,45 unit usaha), Jawa Timur  (1,15 unit usaha), DKI Jakarta (0,65 unit usaha), Sumatera Utara  (0,59 unit usaha), dan Banten (0,33 unit usaha). Dari peringkat jumlah terbanyak UMKM, Banten berada pada peringkat keempat yang memerlukan perhatian untuk menumbuhkan dan memajukan UMKM di provinsi tersebut.

Menanggapi pentingnya perhatian pada UMKM di Banten, dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Tuty Mutiah, mengatakan perlu pelatihan teknik persuasif digital kepada pelaku dan calon pelaku UMKM.

“Persuasif adalah bentuk komunikasi yang tujuannya mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Pelaku dan calon pelaku UMKM harus paham dan bisa menerapkannya agar bisa meyakinkan orang lain dalam hal ini pembeli. Tentu teknik ini berjalan dengan baik jika disertai dengan produk atau jasa yang dipromosikan berkualitas dengan harga yang kompetitif,” kata Tuty di Jakarta, Rabu (22/03/2023).

Tuty mengatakan Universitas BSI berkomitmen menumbuhkan dan memajukan UMKM termasuk di Tangerang, Banten, yang di provinsi tersebut terdapat beberapa kampus Universitas BSI antara lain kampus BSI Ciledug, kampus BSI Cimone, dan kampus BSI BSD.

“Salah satu komitmen yang dilakukan BSI adalah dengan melakukan pelatihan teknik persuasif digital melalui kegiatan pengabdian masyarakat kepada pelaku atau calon pelaku UMKM,” ujar Tuty.

Sebagai bentuk komitmen memajukan UMKM, Dosen program studi Penyiaran dan Ilmu Komunikasi FKB Univesitas BSI telah melakukan “Pelatihan Teknik Persuasif Digital Dalam Bisnis UMKM pada Remaja Masjid Raudhatul Huda (RISMADA) di Ciledug, Tangerang, Banten, Minggu (13/03/2023).

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat, Tuty Mutiah bersama dosen lainnya yakni Fajar Muharam, Andi Setyawan, dan Ken Norton Hutasoit hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri dua perwakilan mahasiswa BSI yang turut memfasilitas terlaksananya pelatihan yang diikuti sebanyak 15 peserta dari RISMADA.

Dalam kesempatan ini, dosen BSI, Fajar Muharam, menjelaskan teknik dan jenis-jenis persuasif digital mulai dari Persuassion in its infancy stage, Technology Intensifies Persuasion, hingga Varying Levels of Acceptance of Persuassion.

“Teknik persuasif mempengaruhi kemampuan komunikasi untuk memahami bahwa proses komunikasi memiliki akibat/dampak/hasil yang terjadi dari pesan yang dibuat oleh komunikator/pembuat iklan. Dan ini penting sekali diketahui pelaku dan calon pelaku UMKM,” ujar Fajar.

Senada dengan Fajar, Dosen BSI Andi Setyawan menegaskan  sebagai dampak dari persuasi digital adalah terjadinya perubahan yang cukup bagus dan signifikan atau tidak dalam tingkat kesadaran merek konsumen.

“Keterbatasan pemahaman persuasif dan teknik-tekniknya terlihat pada remaja, calon dan pelaku UMKM, sehingga kesadaran merek tidak dapat diukur. Maka dari itu bentuk kontribusi kami saat ini menyelenggarakan pelatihan kepada mereka agar memahami Teknik Persuasif Digital Dalam Bisnis UMKM,” pungkasnya.

Melengkapi materi persuasi digital, Ken Norton, berpendapat perlunya pemahaman dan penggunaan media sosial sebagai media penyebaran konten iklan produk atau jasa untuk memajukan UMKM. (***)

Komentar