LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Kekerasan terhadap seorang remaja berinisial KM (12) di Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, menjadi perhatian serius masyarakat.
Bocah itu mengalami penyiksaan brutal oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan istrinya, setelah dituduh mencuri belasan celana dalam milik tetangganya.
Menurut keterangan saksi dan unggahan viral di media sosial X lewat tweet @neVerAl0nely, KM dipukuli dan kukunya dicabut menggunakan tang oleh Ketua RT. Tidak hanya itu, belasan warga lainnya turut menghakimi bocah malang tersebut tanpa dasar yang jelas.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (18/11/2024) sekitar pukul 22.00 WIB ini telah membuat publik marah. Pasalnya, keluarga korban mengaku menerima ancaman agar tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
Mereka juga dilarang membawa KM ke rumah sakit untuk menghindari terbukanya kasus. Namun, karena luka-luka yang parah, KM akhirnya dibawa ke fasilitas medis.
Meski berada di bawah tekanan, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Boyolali. Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut dan telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Kapolres Boyolali menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan main hakim sendiri seperti ini. “Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku dan memberikan keadilan bagi korban,” ujar Kapolres dalam keterangannya.
Kasus ini telah memicu gelombang simpati dari masyarakat luas. Banyak pihak, termasuk aktivis perlindungan anak, menyerukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.
“Kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Kami mendesak pihak berwenang untuk segera menangkap para pelaku dan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis,” ujar seorang aktivis perlindungan anak.
Masyarakat berharap polisi segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan efek jera kepada para pelaku. Selain itu, pendampingan kepada korban dan keluarganya sangat dibutuhkan untuk memulihkan trauma fisik dan psikologis.







Komentar