LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Tak hanya menggugat di ruang sidang, pengacara sekaligus penulis Muhammad Ari Pratomo kini menggugah publik lewat jalur yang tak biasa: musik. Ia baru saja merilis empat album sekaligus—Suara Arus Bawah, Tunggu, Ittiba, dan Ini Laguku—yang penuh kritik sosial, spiritualitas, dan emosi personal seorang ayah.
Dalam album Suara Arus Bawah, Ari mengangkat isu-isu hukum dan keadilan sosial dengan lirik tajam dan menyentuh. Ia menyuarakan keresahan rakyat kecil atas sistem hukum yang kerap berat sebelah.
Sisi lain dari dirinya muncul lewat Tunggu, sebuah album yang dipenuhi nada cinta dan rindu, termasuk kerinduan mendalam kepada sang anak. Lagu-lagunya menjadi potret emosional seorang pria yang banyak diam namun menyimpan kasih mendalam dalam perpisahan.

Album Ittiba membawa nuansa religi dan perenungan spiritual, sedangkan Ini Laguku menjadi ruang bebas untuk menyuarakan idealisme dan perjalanan batinnya.
“Saya adalah pengacara dan penulis, tapi musik adalah caraku menyuarakan keadilan yang tak terdengar di ruang sidang,” ungkap Ari singkat kepada media, di Jakarta, Selasa (13/5/2025).
Keempat album tersebut kini tersedia di Spotify, YouTube Music, Deezer, JOOX, dan seluruh platform streaming digital. Seluruh lagu juga dapat digunakan secara legal oleh para kreator konten di TikTok, Instagram, dan YouTube.







Komentar