LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – DPR nilai pengiriman pasukan ke Gaza sebagai tanggung jawab moral Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyatakan dukungan atas rencana pengiriman pasukan Indonesia dalam misi International Stabilization Force (ISF) ke Gaza.
Ia menilai langkah tersebut selaras dengan sikap konsisten Indonesia dalam membela Palestina di berbagai forum global.
“Kita selama ini selalu menyuarakan dukungan untuk Palestina. Ketika ada ruang untuk berkontribusi secara langsung dalam menjaga stabilitas dan membantu masyarakat sipil, tentu itu menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan politik kita,” kata Nurul kepada wartawan, Jakarta, Selasa (24/2).
Menurut politikus Fraksi Partai Golkar itu, keterlibatan Indonesia di Gaza akan mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian dunia.
Rekam jejak panjang Indonesia dalam berbagai operasi penjaga perdamaian dinilai menjadi bekal kuat untuk menjalankan tugas serupa di wilayah konflik tersebut.
Ia juga menekankan bahwa penugasan ini memberi nilai tambah bagi prajurit TNI, terutama dalam menghadapi dinamika konflik modern yang tidak selalu berbentuk perang terbuka.
“Pengalaman seperti ini penting, karena tantangan keamanan global ke depan tidak selalu berbentuk perang konvensional. Banyak situasi yang membutuhkan kehadiran pasukan untuk menjaga stabilitas tanpa terlibat dalam operasi tempur,” ujarnya.
Nurul menambahkan, keamanan merupakan fondasi utama bagi proses rekonstruksi dan pemulihan sosial di Gaza.
Tanpa stabilitas, distribusi bantuan kemanusiaan maupun pembangunan kembali infrastruktur akan terhambat.
Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan mandat penugasan disampaikan secara transparan kepada publik dan tidak bergeser ke operasi militer.
“Selama mandatnya tegas, fokus pada perlindungan sipil dan kemanusiaan, serta tidak bergeser ke operasi militer, saya melihat ini sebagai langkah yang konstruktif,” ucap dia.
Indonesia disebut memenuhi kriteria tersebut dengan rencana pengiriman hingga 8.000 personel TNI dalam operasi ISF di Gaza.
Jumlah itu menjadi bagian dari total sekitar 20.000 personel pasukan gabungan yang akan ditempatkan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa misi Indonesia di Gaza murni untuk menjaga warga sipil dan mendukung upaya kemanusiaan, bukan operasi tempur.
“Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF,” kata Sugiono.







Komentar