LIPUTAN.CO.ID, Bandar Lampung – Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, mengatakan berbagai program kementerian untuk daerah-daerah sangat penting untuk diimplementasikan secara konkret.
Apalagi di Provinsi Lampung, karena memiliki potensi alam yang besar, dan posisinya strategis karena dekat jaraknya dengan Daerah Khusus Ibu Kota, Jakarta.
Lampung sebagai daerah penyangga Jakarta harus dimanfaatkan secara optimal. Saleh Daulay berharap program-program yang dijalankan kementerian mitra Komisi VII, seperti Kementerian Perindustrian, dapat diterapkan langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program itu ada yang berupa kebijakan dan ada yang berupa kegiatan konkret. Keduanya harus bisa diimplementasikan di daerah agar dampaknya benar-benar dirasakan,” kata Saleh Daulay.
Hal itu dikatakan Saleh usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI dengan jajaran Kemenperin, Kemenpar, Kementerian UMKM, Kementerian Ekraf, di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (23/4/2026).
Selain sektor industri, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional atau PAN itu juga menyoroti potensi besar pariwisata Lampung.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatra Utara II itu mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, jumlah wisatawan domestik di Lampung cukup tinggi, bahkan disebut mampu melampaui beberapa daerah lain, termasuk Bali.
“Ini harus ada keterlibatan aktif Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan sektor ini secara lebih serius,” sarannya.
Secara bersamaan, lanjut Saleh Daulay, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian utama.
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhamadiyah itu mencatat bahwa jumlah UMKM di Lampung sangat besar dengan ragam produk yang beragam, seperti industri keripik.
Ia menilai penguatan permodalan melalui kredit usaha rakyat atau KUR harus ditingkatkan agar UMKM semakin berkembang.
“Dukungan permodalan dari bank penyalur KUR sangat penting agar UMKM bisa naik kelas dan memperluas usahanya,” ujarnya.
Selain UMKM, Saleh Daulay juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pentingnya standarisasi produk melalui Badan Standardisasi Nasional.
Alasannya, produk yang telah memenuhi standar akan lebih mudah dipasarkan dan berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Saleh Daulay juga menyinggung tantangan global, termasuk situasi geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas. Ia menilai pemerintah perlu memperbaiki sistem penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran.
“Data penerima subsidi harus diperbarui. Yang berhak harus mendapatkan, dan yang tidak berhak harus dikeluarkan. Itu prinsip keadilan,” tegasnya.
Mantan Ketua Fraksi PAN DPR RI itu juga mendorong pemerintah untuk mencari alternatif energi, seperti energi nabati dan listrik, sejalan dengan pengembangan kendaraan listrik yang saat ini mulai marak di Indonesia, dan menghimbau masyarakat untuk melakukan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan langkah tersebut, optimistis ketahanan ekonomi nasional, khususnya di daerah seperti Lampung, dapat semakin kuat di tengah tantangan global yang terus berkembang,” pungkasnya.







Komentar