Pansus: Ternyata Suku Bunga Program UMi Lebih Tinggi Dari KUR

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Kewirausahaan Nasional Muhammad Nur Purnamasidi menyatakan belum ada rencana strategi nasional yang untuk pengembangan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu kata Nur Purnamasidi, Pansus ini harus mampu merumuskan rencana strategi nasional untuk UMKM bersama pemeritah mengingat jumlah UMKM di Indonesia sangat banyak.

Hal tersebut dikatakan Nur Purnamasidi saat mengikuti rapat kerja Pansus dengan Gubernur Bank Indonesia (BI), Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kemenkop UKM, di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (25/1/2018).

“Saya setuju dengan Gubernur BI Pak Agus Martowardojo agar pelaku UMKM selalu dipantau kenaikan kelas usahanya. Jangan hanya memberi KUR, tapi usaha tak mengalami kemajuan,” kata Nur, sembari menambahkan, sulitnya pelaku UMKM di Jember dan Lumajang, Jawa Timur, masih sulit mengakses KUR.

Dia jelaskan, pengrajin gula kelapa di Lumajang yang jumlahnya sekitar 1.700 usaha, mereka berproduksi 10 kg per KK. Mereka juga punya koperasi. Tapi, ketika mengakses KUR ujarnya, masih sulit sekali.

Padahal kata Nur, mereka juga ingin produknya diekspor. Tapi untuk ekspor butuh tingkat higienitas yang tinggi. Nah, untuk meningkatkan produknya tentu butuh modal lagi. Hal ini yang dirasa sulit.

“Soal skill pelaku UMKM di daerah pemilihan saya sangat baik. Tapi meraka hopeless kalau sudah bicara akses modal. Masalah ini harus dijawab oleh perbankan, terutama OJK sebagai pengawas perbankan,” saran Anggota Komisi XI DPR ini.

Sekarang, lanjut politisi asal dapil Jawa Timur IV itu, ada program ultra mikro (UMi) dari Kemenkeu. “Tapi, lagi-lagi untuk askes modalnya sulit. Apalagi suku bunga program UMi ternyata lebih tinggi daripada KUR, yaitu 15 persen,” ungkapnya.

Komentar