oleh

OTT Komisioner KPU, Politisi Golkar: Peringatan Agar Pilkada 2020 Bersih

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) WS tidak berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun menurut Agung, tetap menjadi alarm early warning system atau peringatan awal agar pelaksanaan Pilkada 2020 nanti harus bersih tanpa praktik koruptif.

“Terkait dengan OTT yang menjaring salah satu Komisioner KPU, meski tidak ada hubungannya dengan Pilkada, namun tetap jadi peringatan bagi kita semua, agar pelaksanaan Pilkada 2020 mampu menelurkan pemimpin-pemimpin yang negarawanan, taat asas, taat aturan dan juga jauh dari atau praktik-praktik koruptif atau politik uang,” kata Agung, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu mengimbau jajaran KPU, baik yang ada di tingkat Pusat maupun di tingkat Provinsi sampai dengan Kabupaten/Kota bahkan tingkat desa untuk tidak bermain-main dengan proses penyelenggaraan apa pun bentuk Pemilunya. Apakah Pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Pilpres bahkan juga Pileg yang akan datang.

Siapa yang bermain api lanjut Agung, maka di situ sudah siap harus menerima risikonya untuk ‘terbakar’. Seluruh Komisioner KPU yang sudah duduk di kelembagaan KPU mulai dari pusat hingga daerah tentu harus mengedepankan sikap-sikap kenegarawanan.

“Justru yang menarik di sini adalah KPU RI wajib membuktikan jatidirinya yang selama ini digembar-gemborkan mandiri terbebas dari kekuasaan apa pun. Maka kini saatnya kita buktikan bagaimana sikap kemandiriannya, bagaimana KPU sebagai organ penyelenggara demokrasi ini dengan baik dan bermartabat taat asas dan taat aturan,” pungkas Agung.

Loading...