Jakarta – Perkembangan proses hukum kasus pembobolan bank DKI Jakarta tampaknya mulai redup dengan munculnya wabah virus Corona di Jakarta. Padahal, korupsi dan kejahatan perbankkan seperti ini justeru menjadi virus yang sangat berbahaya bagi bangsa.
Dalam pengawalan pengusutan kasus kejahatan perbankkan, Gerakan Aktivis Nusantara (GENTAR) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Pimpinan Pusat Bank DKI di Jalan Suryo Pranoto, Jakarta pusat pada, Kamis (19/3) terkait pembobolan bank DKI yang berujung pada menurunnya anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2019.
Massa demo menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus pembobolan Bank DKI. Untuk itu, mereka mendesak agar Direktur Utama Bank DKI Zainudin Mappa bertanggung jawab atas kejahatan ini.
“Zainudin Mappa yang saat ini menjabat sebagai direktur utama bank DKI harus bertanggung jawab, dan sesegera mungkin mundur dari jabatannya, karena tidak mampu mengelola dengan baik bank milik daerah khusus ibo kota Jakarta tersebut,” kata koordinator aksi Muqadam dalam orasinya.
Selain Zainudin Mappa, para demonstran juga meminta mantan Dirut Bank DKI Wahyu Widodo harus bertanggung jawab, karena diduga aksi pembobolan dilakukan pada masa kepemimpinanya.
“Mantan Dirut Bank DKI yakni Wahyu Widodo untuk bertangung jawab atas pembobolan yang mengakibatkan defisit anggaran pendapatan daerah khusus ibu kota Jakarta, karena diduga pembobolan itu dilakukan sejak masa kepemimpinan beliau,” ucapnya.
Selain itu, demonstran juga memberikan lima tuntutanan mereka ke pihak penegak hukum dan Bank DKI, yakni mengungapkan aktor intelektual pada bank DKI yg mengakibatkan defisit pendapatan anggaran daerah provinsi DKI Jakarta, Zainudin Mapa selaku direktur utama bank DKI harus bertangung jawab atas pembobolan bank DKI.
Meminta zainudin mappa untuk segera mundur dari jabatannya selaku direktur utama bank DKI karena di nilai tidak mampu mengelola dengan baik bank milik daerah khusus ibu kota Jakarta, meminta wahyu Widodo selaku mantan direktur bank DKI untuk juga bertangung jawab atas pembobol bank DKI yg terjadi sejak masa kepemimpinannya, dan angkap semua oknum yg terlibat dalam kejahatan perbankan yg di lakukan pada bank DKI.
Duketahui, berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber serta melalui kajian akademis, besar dugaan kejahatan perbankan yang terjadi pada bank DKI dilakukan secara sistematis.
Pembobolan bank DKI di duga melibatkan IT bank DKI yakni, R dan U sebagai satelment yang mengakibatkan kelemahan pada system automatic teller machine (ATM). Atas dasar itulah kejahatan ini diduga dilakukan atas unsur kesengajaan yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. (***)






