oleh

Eks Sesmen BUMN Ungkap Alasan Tidak Turunnya Harga BBM di Indonesia

JAKARTA – Selama pandemi Covid-19 Pemerintah enggan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal, harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan, dan hampir semua negara menurunkan harga BBM, hanya Indonesia yang tidak menurunkan.

Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengatakan, alasan Pemerintah tidak menurunkan harga BBM selama pandemi corona akibat terikat utang ke PT Pertamina (Persero). Bahkan, utang Pemerintah ke BUMN tidak dimasukan ke utang APBN agar batasan maksimum utang sesuai UU.

“Sepertinya ini jadi salah satu sebab BBM tdk turun. Utang pemerintah ke BUMN tdk dimasukkan ke utang APBN agar batasan maksimum utang sesuai UU maksimum 3 % dari PDB tdk terlampaui,” kata Said Didu lewat twitternya, Senin (29/6).

Tak sampai disitu, pencetus manusia merdeka ini menduga total utang Pemerintah ke BUMN saat ini mendekati Rp 200 triliun, dan tidak dimasukan dalam APBN.

“Total utang pemerintah ke BUMN mungkin mendekati Rp 200 t dan tdk dimasukkan dlm APBN,” ucapnya di tweet yang sama.

Diketahui, utang Pemerintah ke PT Pertamina ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati saat rapat dengan Komisi VI DPR Jakarta, Senin (29/6). Menurut Nicke, total utang Pemerintah ke Pertamina mencapai Rp 96,5 triliun. Utang itu terdiri dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

Lebih lanjut dia, utang ini merupakan kompensasi pemerintah atas selisih harga jual eceran (HJE). “Totalnya sebetulnya utang pemerintah ke Pertamina sebetulnya Rp 96,5 triliun,” katanya.

Adapun untuk rinciannya, tahun 2017 sebesar Rp 20,78 triliun, tahun 2018 sebesar Rp 44,85 triliun dan tahun 2019 sebesar Rp 30,86 triliun. Dia mengatakan, utang yang akan dibayarkan pemerintah tahun ini ialah sebanyak Rp 45 triliun. (***)

Komentar

Loading...