Jakarta – Ketua Panitia Kerja (Panja) Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian mengatakan pembukaan kawasan pariwisata di masa pandemi Covid-19 harus disiapkan secara terukur dengan memperhatikan kenyamanan, rasa aman, sehat dan nyaman.
Hal tersebut dikatakan Hetifah merespon wacana Pemerintah yang akan membuka secara bertahap sejumlah kawasan pariwisata di Indonesia, sebagai upaya dimulainya aktivitas berbasis ekonomi dan konservasi di tengah pandemik Covid-19.
“Fokus kita pada penguatan penerapan protokol kesehatan. Karena penerapan protokol yang longgar malah menimbulkan rasa tidak aman, sehingga jumlah wisatawan menurun,” kata Hetifah, saat memimpin RDPU Panja Pemulihan Pariwisata dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Kadin, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan Perkumpulan Pengemudi Pariwisata Indonesia (PEPARINDO), minggu lalu.
Selain penguatan penerapan protokol kesehatan, Hetifah juga menyoal jasa transportasi. Menurut politikus Partai Golkar itu, “Pemerintah perlu membuat kebijakan transportasi untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata,” pintanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Destinasi PHRI, Albert Zhang menyatakan mayoritas pengunjung destinasi 10 Bali Baru adalah wisatawan Nusantara.
“Oleh karena itu, pemulihan sektor pariwisata sebaiknya didukung dengan kebijakan yang memudahkan perjalanan turis domestik, mengingat salah satu indikator rasa aman untuk kembali berwisata adalah tidak ada travel ban ke destinasi yang dituju,” ujarnya.
Selain itu, perwakilan Kadin Kosmian Pudjiadi mengatakan, pihaknya juga mengkritisi mahalnya harga tiket sehingga membuat pelaku pariwisata gelisah. “Stimulus ekonomi pada jasa transportasi harus diberikan. Dukungan kebijakan transportasi juga perlu dibuat semudah-mudahnya,” imbuhnya.







Komentar