HPN 2021, Moeldoko: KSP Juga Rasakan Gempuran Disrupsi Digital

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan gempuran disrupsi digital tidak saja dirasakan media mainstream, juga dirasakan oleh Kantor Staf Presiden.

Disrupsi digital ujarnya, menjadi tantangan besar buat nilai jurnalisme di Indonesia. “Berita hoaks, disinformasi dan lainnya menyebar di jagad maya lewat media sosial dan aplikasi pengirim pesan tanpa ada saringan,” kata Moeldoko, dalam Webinar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2021, di Candi Bentar, Putri Duyung Ancol Jakarta, Minggu (07/02/2021).

Mantan Panglima TNI ini menuturkan, fenomena seperti “clickbait”, judul dan isi berita yang tidak sesuai juga menyebabkan kerap terjadinya misinformasi. Kemudian hadirnya “news aggregator” yang seolah menjadi portal berita yang tidak menjaga kualitas dan kode etik jurnalistik.

“Ketika naik dan terbaca oleh orang dan dijadikan referensi, nah bisa disinformasi, berita lama bisa muncul lagi dan tersebar di media sosial sehingga terjadi disinformasi di masyarakat,” kata dia.

Ia melanjutkan, disinformasi menjadi biang suburnya hoaks. Dari Maret hingga Januari 2021 saja, ada 1.400 hoaks soal pandemi dan vaksin yang tersebar di media sosial.

“Pemerintah pasti tak bisa jalan sendiri. Peran media sangat diharapkan ikut terlibat berpartisipasi untuk menanggulangi Covid-19 ini,” ucapnya.

 

 

Komentar