Musim Hujan Tiba Anies Diserang Buzzer, Ustadz Tile: Surabaya Banjir Anies Disalahin

JAKARTA – Hujan sudah mengguyur wilayah Kota Jakarta dan sekitarnya kurang lebih dua pekan terakhir ini, namun tidak terjadi banjir parah seperti beberapa tahun lalu.

Artinya, penanganan banjir di Jakarta oleh Pemerintah DKI Jakarta setahun terakhir ini bisa dibilang berhasil. Tetapi, serangan dan tudingan bahwa Jakarta dilanda banjir sangat masif dan tersebar luas. Parahnya lagi, ada buzzer-buzzer yang memposting foto banjir di daerah lain dan memberikan keterangan foto bahwa lokasi banjir di Jakarta.

Meski Serang kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terjadi secara masif dan terstruktur di media sosial, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu tidak berhenti untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategi dalam penanganan banjir.

Menanggapi fenomena serangan buzzer kepada Anies Baswedan ini kemudian ditanggapi oleh Da’i asal Betawi Ustadz Tile. Penceramah kondang yang dikenal dengan kelucuannya itu mempertanyakan masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta tentang kejadian banjir selama ini di Indonesia.

Menutur Ustadz Tile, banjir tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi juga terjadi di daerah lain di Indonesia, seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan yang akan menjadi ibukota negara baru hingga di Surabaya, Jawa Timur. Namun, yang diserang hanyalah Gubernur DKI Jakarta.

“Gubernur begitu banyak di Indonesia kenapa Anies Baswedan yang dimusuhin terus, gara-gara banjir? Nggak, semua pada banjir, se-Indonesia banjir, banjir ikut semuanya,” kata Ustadz Tile dalam satu ceramah yang viral dan dikutip, Jumat 12 November 2021.

Parahnya lagi, buzzer menyalahkan Anies lantaran banjir melanda Surabaya. “Surabaya banjir Anies yang disalahin,” celetuk dia.

Ustadz Tile juga mempertanyakan sikap buzzer saat Jakarta dikepung banjir saat Gubernurnya di Jabat oleh Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, dimana istana negara dan bundaran Hotel Indonesia (HI) dikepung banjir, namun buzzer tidak mereaponnya.

“Zaman Jokowi jadi Gubernur, zaman Ahok jadi Gubernur itu banjir sampai ke istana, kaga pada komen, sampai ke bundaran HI kaga pada komen,” ujar dia.

Tetapi giliran hujan dan terjadi genangan dimasa Pemerintahan Anies Baswedan, semua membully orang nomor satu di DKI Jakarta itu. Buat Ustadz Tile, ini adalah satu bukti ketakutan buzzer karena popularitas Anies semakin naik.

“Giliran Anies baru gitu doang, pret, ngebuly semua, ketakutan dia, apa yang diinginkan,” pungkas dia.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat penanganan banjir lewat berbagai kebijakan, salah satunya adalah perbanyakan sumur resapan dan pengerukan dalam sungai di Jakarta. Langkah ini bisa diklaim berhasil dengan tidak terjadinya banjir dua pekan terakhir ini meski diguyur hujan dengan insentitas tinggi. (***)

Komentar