LIPUTAN.CO.ID, Morowali – Kebakaran yang terjadi di smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (PTGNI) pada Kamis, 22 Desember 2022 lalu, merenggut dua nyawa pegawainya.
Insiden tersebut mendapat perhatian dari Komisi VII DPR RI, karena PTGNI merupakan perusahaan di bawah pengawasan Kementerian Perindustrian yang menjadi mitra Komisi VII.
Untuk itu Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru, mengingatkan perusahaan agar lebih memperhatikan keselamatan karyawannya.
Setelah meninjau langsung ke tempat kejadian peristiwa lanjutnya, faktor Keselamatan, Kesehatan dan Kerja (K3) di lingkungan PTGNI belum maksimal, masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh perusahan.
“Saya minta pihak perusahan agar lebih memperhatikan K3, karena saya nilai di sini, perusahaan masih banyak melakukan pelanggaran, perlu perbaikan agar peristiwa tidak terjadi lagi,” ujarnya, usai meninjau Kebakaran Smelter II, PTGNI, di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Rabu (4/1/2023).
Seluruh manajemen PT GNI lanjut politikus PDIP itu, harus bersinergi memecahkan persoalan yang ada di dalam perusahaan. Tanpa sinergi tak akan ada jalan keluar.
Ditegaskannya, satu nyawa tidak sebanding dengan nilai investasi yang ditanamkan di Republik ini dan lebih penting daripada sekedar investasi.
Oleh karena itu, ia minta PTGNI harus serius memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya, kemudian kapasitas alat-alat produksi. Jangan sampai nilai investasi yang lebih dari Rp27 triliun yang di gaung-gaungkan, sedangkan peralatan yang digunakan yang ada di lokasi adalah alat yang kalibrasinya belum jelas.
“Jangan sampai alat yang ada di sini, adalah alat-alat bekas yang tidak berstandar untuk sebuah smelter, perlu kalibrasi berkala untuk semua peralatan, jika kalibrasi dilakukan tiap tahun tentunya akan menekan resiko terjadinya kecelakaan kerja. Nilai investasi yang triliunan namun kenyataanya peralatan yang digunakan tidak sebanding,” pungkasnya.







Komentar