Soal Kanjuruhan, Pernyataan Mahfud MD Dinilai Terlalu Dini

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD tentang tragedi Kanjuruhan terlalu dini.

Politikus PKB itu menyesalkan pernyataan dimaksud lantaran Mahfud MD menyebut bahwa tragedi Kanjuruhan bukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

“Biasanya sebuah peristiwa tragedi kemanusiaan untuk disampaikan bahwa ini melanggar HAM berat dan tidak, itu kan biasanya berpuluh-puluh tahun dulu,” kata Syaiful, dalam rilisnya, Minggu (1/1/2023).

Bahkan kata Syaiful, pernyataan itu tidak tepat disampaikan saat ini, karena para korban merasa penanganan tragedi itu belum sesuai ekspektasi.

Menurutnya, pernyataan tersebut seperti menunjukkan bahwa pemerintah tidak berpihak pada korban soal pengungkapan perkara ini. “Dari pemerintah sendiri hingga pada sektor hukumnya, dianggap oleh para korban dan publik sepak bola juga masih jalan di tempat,” tegasnya.

Oleh karenanya, Syaiful merasa keberatan atas pernyataan Mahfud tersebut. “Jadi pada umumnya enggak tepat, dan menurut saya enggak perlu disampaikan dalam yang sangat dekat ini,” katanya.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan yang berlokasi di Malang, Jawa Timur tersebut mengakibatkan 134 orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi pascapertandingan antara Arema Malang kontra Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022.

Kemudian Mahmud MD dalam kunjungannya ke Ponpes Miftahussunnah, Surabaya, mengungkapkan tragedi Kanjuruhan bukan merupakan pelanggaran HAM Berat. Di sisi lain, pihak kepolisian telah melimpahkan berkas perkara lima dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Lima berkas dimaksud adalah Ketua Panpel Arema Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno dan tiga anggota Polri, yaitu, Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Wahyu Kompol Setyo Pranoto, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Sedangkan seorang tersangka lain, yakni Dirut PT LIB Hadian Lukita berkas perkaranya belum dinyatakan lengkap, dan dikembalikan lagi kepada penyidik.

Komentar