Sudah 42.385 Pekerja di-PHK, Arzeti Bilbina Desak Pemerintah Cepat Bertindak

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Pemerintah didesak segera mengambil langkah nyata menghadapi ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat di berbagai sektor industri di Indonesia.

Desakan tersebut disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, sebagai respon atas data PHK terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan soal pekerja di-PHK selama Januari hingga Juni 2025 mencapai 42.385 orang.

“Artinya, PHK meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data ini tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah harus segera turun tangan untuk mencegah angka PHK semakin meningkat. Dengan intervensi yang tepat, saya yakin badai PHK ini bisa mereda,” kata Arzeti, Sabtu (2/8/2025).

Dikatakannya, PHK tidak hanya berdampak pada ekonomi makro, tetapi juga kehidupan jutaan keluarga. “Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata dan bergerak cepat,” tegasnya.

Politikus PKB itu menyebut sejumlah opsi yang dapat diambil pemerintah untuk menahan laju PHK dan menjaga keberlangsungan lapangan kerja, termasuk memberikan insentif kepada sektor padat karya seperti keringanan pajak, juga mendorong pengembangan sektor-sektor potensial seperti teknologi, pariwisata, dan ekonomi digital guna menciptakan lapangan kerja baru.

“Stimulus ekonomi yang lebih agresif juga diperlukan. Pemerintah bisa meningkatkan belanja di sektor strategis seperti infrastruktur dan pengembangan UMKM. Dengan begitu, akan terbuka peluang kerja baru bagi para korban PHK,” sarannya.

Arzeti juga menyoroti pentingnya peran Satuan Tugas (Satgas) PHK yang dibentuk pemerintah. Satgas PHK dapat berfungsi secara maksimal, tidak hanya sebagai reaksi terhadap kasus PHK yang telah terjadi, namun juga sebagai garda depan dalam pemetaan dan mitigasi risiko PHK di sektor-sektor yang rentan.

“Satgas PHK harus lebih aktif dan responsif. Mereka harus bisa mengidentifikasi potensi risiko lebih awal dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada pelaku usaha agar tidak melakukan PHK massal,” ujarnya.

Sinergi pemerintah dengan dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi ancaman PHK secara komprehensif. “Pemerintah harus menjadi motor penggerak, tapi pengusaha dan masyarakat juga harus turut berperan aktif. Kita harus segera ambil langkah agar tidak terjebak dalam lingkaran pengangguran yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Komentar