LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Kerusuhan pecah di Meksiko pascakematian bos kartel El Mencho. Membaranya kerusuhan di Meksiko ini membuat Pimpinan Komisi I DPR meminta WNI segera didata.
Wakil Ketua Komisi I DPR , RI Dave Laksono menyoroti situasi keamanan di Meksiko yang memanas setelah tewasnya bos kartel narkoba, El Mencho.
Gelombang kekerasan dan kerusuhan yang dipicu kelompok kriminal disebutnya menjadi perhatian serius parlemen, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI).
Dave mengatakan DPR terus memantau perkembangan situasi melalui berbagai sumber informasi, mengingat eskalasi konflik yang terjadi dinilai berpotensi meluas.
“Kami memantau melalui media, baik media online atau media sosial dan juga media elektronik akan perkembangan yang terus bergejolak di sana,” kata Dave, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (25/2).
Ia menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan keberadaan WNI di wilayah terdampak konflik.
“Dan sekarang yang paling pemerintah harus lakukan di saat-saat ini adalah mendata apakah ada VNI kita yang terjebak di daerah tersebut,” ucapnya.
Menurut Dave, pemerintah perlu menyiapkan skenario darurat jika kekerasan semakin meluas.
Antisipasi, termasuk opsi evakuasi, harus segera dirancang demi mencegah WNI menjadi korban.
“Dan langkah-langkah apa yang pemerintah akan melakukan untuk melakukan evakuasi terhadap warga negara kita, bila mana mereka terjebak di dalam pertikaian tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi aktif antara Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Meksiko guna memantau situasi serta menjalin komunikasi langsung dengan WNI.
“Dan juga terus berkomunikasi dengan para WNI kita bila ada dan juga memonitor pergerakan mereka sehingga tidak sampai terjebak atau menjadi korban akan pertempuran yang terjadi di sana,” katanya menambahkan.
DPR, lanjut Dave, berharap pemerintah sigap mengambil langkah konkret sebelum situasi keamanan di Meksiko semakin tidak terkendali.







Komentar